Kolonel Putajaya tegaskan masuk tentara harus lulus murni

ManadoMB–Adanya citra buruk soal perekrutan anggota tentara yang harus pakai uang sogokan, dibantah Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, mantan Dandim 1309 Manado. Menurut perwira menengah yang kini menjabat Asisten Personalia (Aspers) Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) Jaya ini, cara-cara negatif seperti itu sudah tidak berlaku lagi.
Hal ini ditegaskan Putra–sapaan akrabnya–karena sebagai pejabat personalia, Putra menja­lankan tugas yang begitu vital. Mulai dari penerimaan, pembinaan, pendidikan, pe­nyaluran, pemisahan, dan kesejahteraan prajurit. “Jika tugas ini disalahgunakan, maka rusaklah tatanan di organisasi TNI. Saya katakan  di sini bahwa yang dinyatakan lulus adalah betul-betul ber­dasarkan kemampuan dari si calon itu sendiri. Tidak direkayasa, sekali lagi tidak direkayasa, ” tegas lelaki Jawa kelahiran Manado, 26 Juni 1970.
Menurut suami tercinta Siti Sa’diyah ini citra buruk itu harus dihilangkan karena akan membawa dampak buruk pada karir oknum tentara itu. “Coba dibayangkan, ketika masuk jadi prajurit TNI dengan cara menyogok. Seorang dengan pangkat pra­jurit dua misalnya, dulu masuknya mem­bayar. Lalu ketika bertugas, dia akan berpi­kir bagaimana cara mengembalikan modal. Maka dilakukannya cara-cara instan. Upaya-upaya yang negatif dan tidak masuk akal tetap dilakukan untuk me­nutup utang-utang yang dipinjam oleh keluarganya dan sebagainya. Ingin instan mendapatkan duit, akhir­nya terlibat sindikat narkoba, pemera­san, perampokan, dan sebagainya. Yang ujung-ujungnya akan merugikan yang bersangkutan sendiri dan merugikan nama baik Angkatan Darat,” tutur man­tan Danyon 12 Grup 1 Kopassus terse­but.
Untuk itulah Putra berbagai tips bagai­mana cara memperbesar peluang masuk sebagai anggota TNI. “Seorang calon ten­tara harus berusaha   semaksimal    mungkin      untuk    mengatasi kelemahan-kelemahan­nya. Caranya adalah mengikuti program pendampingan oleh aparat kewilayahan TNI AD, yang ada di setiap Koramil atau Kodim. Program ini juga disebut praseleksi anggota TNI. Program ini sangat bagus dan membantu tugas personalia,” ungkap Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sulut ini.
Selama program, lanjut Putra,  petugas akan mem­berikan pembinaan dan pengarahan. “Contohnya diarahkan untuk mengecek kesehatan, cek darah, cek gigi, paru-paru, dan sebagainya. Berarti pada tahapan ini si calon sudah lebih awal mengetahui kondisi kesehatannya. Kalau dia aman­del ya operasi dulu. Ambeien ya operasi dulu. Karena kalau saat seleksi ketahuan amandel atau ambeien ya gagal,” ujar mantan Waaspers Kostrand tersebut.
Selain itu, imbuh Putra, petugas juga akan membina fisik calon sesuai dengan standar yang ditetapkan. Maka pada saat seleksi tidak masalah lagi. Si calon juga diberikan pengeta­huan, diminta menambah wawasan pengetahuan umum apa yang lagi tren, dengan cara nonton TV, membaca kor­an. Diarahkan pula untuk belajar tes psikologi. “Begitu tes, ya lulus. Enggak usah pakai uang. Ingat program pendampingan ini juga tidak pakai uang alias gratis,” tegasnya.(henzoe)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: