PLN: Perilaku Salah Bikin Listrik Boros

ManadoMB–Pemahaman keliru yang selama ini terlanjur berkembang di masyarakat, ikut mendorong borosnya pemakaian listrik. Hal ini ikut disampaikan GM PT PLN Suluttenggo Leo Basuki saat bertemu wartawan dalam iven “Ngopi Bareng PLN & Insan Pers” di Tabea Coffee & Bar, Rabu (31/03/21)  lalu.
Menurut Leo, pemahaman keliru itu yang menganggap memakai alat listrik berdaya listrik rendah adalah penghematan tanpa melihat lamanya penggunaan  alat listrik tersebut. “Misalnya memilih rice cooker
yang mengakibatkan pemborosan listrik. 
Ada yang memilih rice cooker berdaya watt kecil supaya hemat, tapi dinyalakan 24 jam. Tentu saja ini lebih boros ketimbang rice cooker berdaya watt besar tapi hanya dipakai 1 jam, begitu nasi masak langsung dimatikan,” jelas pria bernama lengkap Leo Maria Basuki Bremani ini.
Birokrat PLN yang mulai bertugas di PLN Suluttenggo sejak 16 Juni 2020 ini mengatakan rumus kWh = daya alat listrik X lama pemakaian (durasi/jam). “Jadi yang utama adalah lama pemakaian,” tegas pengganti Christyono ini.
Basuki menambahkan upaya penghematan yang efektif sebenarnya dapat dimulai dengan melakukan hal-hal sepele di rumah. Banyak orang tidak sadar selama ini telah menggunakan berbagai barang elektronik dengan  tidak semestinya. Karena itu, ada baiknya kita juga meneliti lagi perilaku yang salah dengan pemakaian listrik di rumah.
Misalnya kebiasaan buruk tidak mencabut kabel charge ponsel dari saklar padahal sudah tidak digunakan. Atau lampu yang sering lupa dimatikan. Atau kabel penghangat rice cooker yang selalu tercolok puluhan jam setiap harinya.
Maka total  pemakaian listrik untuk seluruh rumah tinggal diakumulasikan dengan mengalikan watt listrik dengan jam pakai lalu dijumlahkan setiap unitnya. “Hasilnya itu penggunaan listrik semuanya,” pungkasnya.(henzoe)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: