Lansia rawan dehidrasi

ManadoMB-Kalangan orang lanjut usia (lansia)–terutama di usia 60 tahun ke atas–ternyata rawan terkena dehidrasi, alias kekurangan cairan dalam tubuh. Menurut Prof dr Arnaldo Liechtenstein MD PhD, orang berusia di atas 60 tahun berhenti merasa haus dan akibatnya berhenti minum cairan.
Liechtenstein kemudian menyebut dehidrasi bersama diabetes yang tidak terkendali dan
Infeksi saluran kencing menjadi pemicu munculnya gangguan mental di “Usia Ketiga”. “Ketika tidak ada orang di sekitar untuk mengingatkan mereka untuk minum cairan, mereka akan cepat mengalami dehidrasi. Dehidrasi parah dan mempengaruhi seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gangguan mental yang tiba-tiba, penurunan tekanan darah, peningkatan debaran jantung, angina (nyeri dada, red), koma dan bahkan kematian,” ungkap dokter umum di Rumah Sakit dan Klínik serta seorang professor yang bekerja di Departemen Kedokteran Klinik Fakultas Kedokteran Universitas São Paulo (USP) Brasil, seperti dalam selebaran yang diungkapkan ke publik.
Menurut dokter berusia 46 tahun itu, kebiasaan lupa minum cairan ini dimulai pada usia 60 tahun, ketika manusia harusnya memiliki lebih dari 50% air yang seharusnya dimiliki dalam tubuh. “Orang di atas 60 tahun memiliki cadangan air yang lebih rendah. Ini adalah bagian dari proses penuaan alami. Ada lebih banyak komplikasi. Meskipun mereka mengalami dehidrasi, mereka tidak merasa perlu minum air, karena mekanisme keseimbangan internal mereka tidak berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Guru besar berkacamata ini kemudian menyimpulkan, “Orang yang berusia di atas 60 tahun mudah mengalami dehidrasi, bukan hanya karena mereka memiliki persediaan air yang lebih kecil, tetapi juga karena mereka tidak merasakan kekurangan air dalam tubuh. Dan meskipun orang di atas 60 tahun mungkin terlihat sehat, kinerja reaksi dan fungsi kimia dapat merusak seluruh tubuh mereka,” cetusnya.
Karenanya Liechtenstein kemudian menyarankan dua hal untuk dilakukan kepada para lansia ini. Pertama, biasakan minum cairan. “Cairan meliputi air, jus, teh, air kelapa, susu, sup, dan buah-buahan yang kaya air, seperti semangka, melon, persik, dan nanas; Jeruk juga termasuk,” jelasnya.
Kedua, terus-menerus tawarkan cairan kepada orang di atas 60, dan pada saat yang sama, amati mereka. Yang penting adalah, setiap dua jam, ia harus minum cairan.
“Jika Anda menyadari bahwa mereka menolak cairan dan, dari hari ke hari berikutnya, mereka mudah tersinggung, terengah-engah atau kurang perhatian, ini hampir pasti merupakan gejala dehidrasi berulang,” tegasnya.(henzoe)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: