Ketua Dewan Jaring Asmara di Kaki Gunung Duasudara

BitungMB—Mungkin reses ini adalah reses terunik yang dilakukan oleh para anggota DPRD Bitung. Bagaimana tidak Jaring Aspirasi masyarakat (Asmara) dari Ketua DPRD Bitung Aldo Nova Ratungalo digelar di kaki gunung Duasudara dengan medan yang cukup menanjak namun disuguhkan pemandangan kota serta laut dan pulau lembeh yang indah bdi Blessing Hill, Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir, Selasa (06/04) kemarin.

Aldo tidak sendiri saat itu. Ia ditemani sejumlah pejabat Pemkot Bitung, diantaranya Kepala Dinas Sosial Give Mose, Camat Madidir Altin Tumengkol, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Julius Sumanti, serta sejumlah Lurah di Kecamatan Madidir. Ada juga Joutje Sumampouw selaku perwakilan dari PDAM Duasudara.

Kesempatan ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan keluhan mereka. Dan seperti biasa, keluhan atau aspirasi yang masuk berkutat pada perhatian Pemkot Bitung terhadap fasilitas publik, pelayanan air bersih, penanganan terhadap banjir lokal, hingga penyaluran bantuan sosial.

Namun begitu, ada satu aspirasi yang menarik untuk disimak. Aspirasi itu disampaikan oleh Cici Siby, warga Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir. Ia mengaku di wilayah tempat tinggalnya sudah bertahun-tahun tak punya akses jalan memadai. Jalan yang ada hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun dengan jalan kaki.

“Jadi kami sangat kesulitan dengan kondisi ini. Contoh saja kalau ada yang meninggal, ambulans yang mengangkut jenazah tidak bisa masuk ke permukiman kami. Hanya diparkir di halaman Masjid Jami Syuhada lalu jenazahnya diangkat. Begitu juga kalau ada orang sakit. Harus jalan kaki atau terpaksa naik motor melalui jalan yang curam,” bebernya.

Situasi ini sudah berlangsung sekian tahun. Dan selama itu upaya Pemkot Bitung membangun akses jalan belum pernah nampak. Beberapa tahun silam sempat ada pembangunan tapi hanya jalan paving. Nah, jalan itulah yang hingga kini digunakan warga untuk keluar-masuk ke permukiman mereka.

“Kami yang tinggal di situ ada banyak, lebih dari 200 KK (kepala keluarga,red). Di situ juga sudah terbagi dua kelurahan jadi sangat pantas kalau kami minta pembangunan jalan,” imbuh Cici.

Aldo langsung merespon permintaan itu. Ia menjamin akan menindaklanjutinya. Terlebih aspirasi dimaksud sudah pernah diterimanya pada kegiatan reses sebelum ini.

“Ini jadi hutang saya ke Ibu Cici dan warga di sana. Lalu Ibu Cici sudah pernah menyampaikan tapi memang sampai sekarang belum terealisasi. Saya sebenarnya sudah sampaikan ini ke Pak Walikota waktu itu, Pak Max Lomban. Tapi sudahlah, itu sudah lewat. Di pemerintahan sekarang saya akan kembali meneruskan aspirasi ini,” janjinya.

Sementara itu, Camat Madidir Altin Tumengkol juga merespon hal tersebut. Ia membenarkan Aldo sudah pernah memperjuangkan aspirasi dimaksud. Hanya saja kata dia, ketersediaan anggaran jadi halangan pembangunan jalan yang diminta.

“Sebenarnya tahun lalu sudah diupayakan lewat Dana Kelurahan. Tapi seperti kita ketahui bersama, sejak Maret tahun lalu anggaran Dana Kelurahan digeser untuk penanganan pandemi Covid-19. Jadinya anggaran untuk rencana itu maupun yang lain ikut bergeser,” terangnya.

Tak cuma usulan di atas, Aldo berjanji semua aspirasi yang masuk akan diperjuangkan. Ia akan mengupayakan agar semuanya bisa diakomodir menjadi rencana kegiatan Pemkot Bitung yang masuk prioritas.(red)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: