Insentif Warga Belum Terbayar, Dewan dan Kadis Diduga Hamburkan Uang di Luar Daerah

Bitung—Isntruksi presiden Jokowi agar pemerintah daerah secepatnya membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah demi perputaran ekonomi di daerah di tengah Pandemi Covid ini rupanya belum direspon baik oleh pemerintah kota Bitung. Buktinya, Hingga saat ini sejumlah insentif serta Proyek yang telah tertata dalam APBD belum juga disalurkan kepada penerima ataupun lelang proyek agar uang sudah berputar di masyarakat.

Sejumlah insentif yang belum juga direalisasikan adalah Insentif Hamba Tuhan sebesar 3,500.000 per orang dikalikan 500 an penerima, Penerima Beasiswa Pendidikan mahasiswa per orang 1 juta sampai 2 juta kepada 500 – 700 an mahasiwa kurang mampu, Penyandang Disabilitas 1 juta hingga 2 juta kepada 1000 an penerima bantuan, pemberian bantuan kepada Kelompok usaha bersama (KUBE) yang anggarannya mencapai 1 Miliard rupiah, belum lagi gaji THL jika sudah di tetapkan, belum juga biaya advertorial media yang mencapai 1.5 Miliard belum juga di salurkan. Melihat persoalan ini setidaknya hampir sekitar 5 Miliard uang akan beredar di Kota Bitung tertahan di Bagian keuangan hanya karena bantuan, insentif, Advetorial dan gaji  belum dimaksimalkan untuk mendukung perpurtaran ekonomi warga.

Sayangnya sampai bulan ke 5 ditahun 2021, baru biaya perjalanan dinas keluar daerah dari sebagian Anggota Dewan dan sejumlah kepala dinas yang diprioritaskan membuat sejumlah dana dari pemkot Bitung menguap di daerah lain

Hal inilah yang dikritisi oleh Muzakir Boven salah satu pentolan LSM Lembeh Bersatu yang meminta walikota dan Wakil Walikota mengintervensi kinerja dari dinas dan badan yang bertugas membagikan bantuan, insentif ataupun  gaji THL.

“Kita sudah jauh biacara soal insfrastruktur sementara kelalaian sebagain dinas dan badan dan membagikan bantuan tidak kelihatan dan inilah yang membuat orang miskin saat ini susah melihat bentuk uang lagi, tunggu apa lagi silahkan dibagikan yang menjadi hak rakyat apalagi yang di tunggu,” jelas Boven.

Menanggapi hal tersebut Kepala dinas Kominfo kota Bitung Frangky Sondakh saat dikonfirmasi membenarkan jika sampai saat ini sejumlah program yang ada di dinasnya belum berjalan sesuai yang diharapkan. “Saat ini sedang berproses dan semoga dapat secepatnya diselesikan,” kata Sondakh. Dia sendiri menjelaskan kalau proses ini sementara dikerjakan dibagian Humas Kominfo.

Sementara itu kepala badan keuangan dan Aset Daerah membantah jika pihaknya yang menjadi sumber terlambatnya pembagian dana masyarakat ini. ‘Salah jika dikatakan kami menahan dana itu. Sebab, dana tersebut akan diproses jika administrasi dari dinas dan badan sudah dimasukan kepada kami,”katanya. Diapun menjamin jika ketersediaan dana sudah siap di kas Pemerintah kota Bitung. ”Namun untuk mencairkannya semua tergantung dari kepala dinas dan kepala badan. Selama belum ada surat permintaan pembayaran masuk kepada kami, belum bisa diproses,” jelasnya sembari mengatakan jika hal ini diproses tak sesuai dengan aturan tentunya pihak Badan Aset dan keuAngan yang akan kena getahnya.(mm)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: