Kajari Temukan Calo, Capilduk Bitung di Obok-Obok Aparat

BitungMB—Segenap Pejabat yang ada di kota Bitung saling dukung mendukung agar kota ini bersih dari segala Kolusi, Korupsi dan Nepotisme. Buktinya setelah Perekrutan THL, Badan Usaha Milik Daerah yang dilakukan dengan cara terhormat jauh dari suap, kini dukungan akan hal ini dilakukan oleh pihak Kejaksaan negeri Bitung dengan menangkap tangan 2 orang calo yang mondar-mandir di tempat tersebut. Dari keterangan sejumlah sumber jika Kepala kejaksaan Bitung Frengky Son datang bersama dengan 4 orang anak buahnya dan langsung menangkap dua orang calo yang berada di depan Kantor itu pada Kamis (20/5).

Tak hanya itu, semua meja, laci meja dan tas dari pengawai sendiri  Dinas Catatan Sipil dan kependudukan Kota Bitung di geledah untuk mencari jangan sampai ada uang ataupun KTP pesanan.

Kepala dinas Capilduk Bitung Efraim Lomboan saat dikonfirmasi mengatakan jika saat pengerebekan berlangsung dirinya sementara di Manado dengan ombusdman. “Saya sudah mendapatkan laporan dari staf saya di Bitung dan ini sementara menuju kantor Bitung dari Manado,” ungkapnya seraya menyebutkan jika ingin keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi kabid Lusye.

Sementara itu Kabid Pendaftaran Penduduk Luisye Kaunang saat dikonfirmasi mengatakan kalau pihak Kejaksaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan sempat membawa 2 orang calo karena terbukti melakukan transaksi dengan yang mengurus KTP. “Saya tidak tau nama siapa calo tersebut, namun memang kami sempat dipertemukan saat kejadian tadi pagi untuk mengklarifikasinya,” jelas Luisye seraya menjelaskan berapa uang  yang diterima calo dirinya tak mengetahui. “Kalau tidak salah pihak kejaksaan sempat menyita uang hasil pungli tersebut. Dan tak ada satupun staf kami yang menerima uang dari aksi itu,” katanya.

Luisje sendiri menceritakan kronologisnya saat itu ketika penangkapan dilakukan di halaman kantornya, kemudian para petugas dengan sigap datang mengeledah meja dan laci kami. “Yang saya tau beberapa petugas sudah masuk dan memeriksa laci dan meja kami dan syukurlah tak ditemukan apa-apa selain KTP-KTP rusak yang sudah tak digunakan lagi,” jelasnya.

Diapun menjelaskan para calo yang ditangkap sedang diperhadapkan dengan kepala seksinya. “Kepala seksi memang mengakui jika pernah mengenal para calo ini dan menurutnya sudah lama tak bertemu lagi,” ungkap Luisye.

Luisye sendiri mengaku tak mengenal sama sekali dengan kedua orang ini. “Kedepannya seperti apa kami belum tahu dan ini adalah ranah dari pihak kejaksaan, kita serahkan saja kepada petugas,” tutupnya.

Usai peristiwa ketangkap tangan tersebut, Luisye Kaunang atas perintah kepala dinas langsung mengumpulkan para bawahannya untuk melakukan pembinaan agar bisa menangkal persoalan  agar jangan sampai terjadi. “Saya sudah menugaskan kepada beberapa pegawai agar melakukan pengamatan di tempat antri hingga tempat berkumpulnya masyarakat dan juga akan menuliskan besar-besar himbauan agar masyarakat bisa mengurus sendiri tanpa calo,” katanya lagi.

Sampai berita ini diturunkan, Kajari Bitung Frenky Son belum dapat dimintai keterangan.(mm)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: