GMIM Wilayah Bitung 8 Bantu Kebakaran Pasar Tua

BitungMB—Rasa Persaudaraan dan sepenangungan disaat bencana kebakaran yang terjadi di Lokasi padat Pemukiman Pasar tua kelurahan Bitung Tengah kecamatan Maesa (23/6) kemarin ditunjukan berbagai lapisan masyarakat Bitung dengan berbagai cara, ada yang langsung membantu membersihkan puing-puing bencana, ada yang sibuk di Dapur umum dan ada juga yang mengambil inisiatif untuk melakukan pengumpulan sumbangan sampai baju bekas.

Diantaranya adalah Warga Kristen yang ada di Wilayah GMIM Bitung 8 terdiri dari 11 Jemaat emaat Wilayah Bitung VIII GMIM Tasik Wangurer, GMIM Ekklesia, GMIM Petra, GMIM Porodisa, GMIM Kalvari, GMIM Ebenheazer, GMIM Kinaleosan, GMIM Solafide, GMIM Bukit Anugrah, GMIM Karangetang, GMIM Kryos yang kesemuanya berada di Kelurahan Wangurer Barat, Wangurer timur, Wangurer Utara serta Girian Indah.

Salah satu Pendeta di Wilayah tersebut ketika di temui wartawan dilokasi wisata mengatakan jika instruksi ini langsung dilakukan oleh ketua Wilayah GMIM Bitung 8,  Pdt. Venda Mokalu Pangerapan saat mengetahui bencana kebakaran ini.

“Kami menerima pesan di  dalam grup WA GMIM Wilayah Bitung 8 pada jam 16.00 wita semalam dari Ketua Wilayah untuk segera mengumpulkan bantuan di jemaat guna membantu warga kebakaran yang terjadi di pasar tua. Untuk nantinya pagi hari dibawa ke lokasi bencana,” ungkap Pdt Itha Umboh pada Kamis (24/6) tadi.

Dari keterangannya juga didapat jika Jemaat GMIM Wilayah Bitung 8 dalam semalam kemarin baru berhasil mengumpulkan sekitar 400 Kg Beras dan sudah di Suplai ke dapur Umum yang dikoordinir oleh Badan Penanggulangan bencana Daerah Kota Bitung.

Sementara itu Pdt. Venda Mokalu Pangerapan yang di konfirmasi via Pdt Ita Umboh menjelaskan jika yang dilakukan pihaknya baru awal. “Kami masih akan melakukan pengumpulan bantuan kepada warga masyarakat untuk nantinya disalurkan kepada warga yang terkena bencana,” jelas  Pengarapan yang juga adalah Ketua BKSUA Bitung.

Bahkan Rencanya Pihaknya akan mengumpulkan sejumlah Guru Sekolah Minggu untuk dapat melakukan Trauma Healing (menghibur dan menghilangkan trauma) kepada anak-anak korban kebakaran namun mengingat pandemi Covid pihaknya masih menghitung dengan benar cara terbaik untuk melakukannya. “Rencananya kami akan melakukan trauma Healing, namun karena pandemi ini sehingga hal ini kami tunda dan menunggu informasi dari pihak BPBD,” tambah Pdt Itha Umboh.(epa)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: