Demo Aer Ujang, tak berhasil geser Jalan Tol

Bitung MB –Sempat bertahan selama dua tahun akhirnya hutan adat Aer Hujan pada Selasa (18/11) kemarin diobok-obok pihak Jalan Tol Tak kurang dari 17 pohon kayu klas satu mulai dari jenis Bua Rao, Cempaka,  Aliwowos dan  kayu kelas rimba campuran yang berdiameter 50 sampai dengan 70 cm dirobohkan dengan alat berat oleh pelaksana jalan tol. Sontak saja, hal ini memicu rekan-rekan aliansi perlindungan aer ujang untuk terus menyuarakan perlindungan. Aksi damai yang dilakukan sekitar 47 orang tersebut tak mampu membendung kekuatan alat berat yang dikawal pihak kepolisian.

Upaya negosiasi terus dilakukan sejak pagi hingga pada siang hari sekitar pukul 14.00 Wita pihak jasa marga Manado Bitung mau bertemu dengan pihak jasa marga dengan maksud menjelaskan duduk pekerjaan jalan tol yang akan melewati jalan tol tersebut.

Perwakilan Forkopinda pun hadir dalam mediasi tersebut seperti Walikota Bitung, Drs Edison Humiang, Kapolres AKBP FX Winardi, kemudian Dandim Kota Bitung.

Kapolres Bitung pun menjelaskan secara adiministrasi proses pembangunan ini sudah memenuhi aturan hingga surat keputusan menteri guna melaksanakan  pekerjaan disana. “Secara administrasi ini sudah lengkap dan jika ada yang menyebabkan kerugian apalagi menghalang-halangi proyek ini maka kami akan melakukan upaya hokum,” jelas  Winardi.

Negosisasi yang alot tetap tak menghasilkan apa-apa kecuali, catatan jika pihak jalan tol menjamin soal ketersediaan air dari Mata Aer Ujang tersebut. “Kami akan mengawasi jika Air  tersebut mati dan lingkungannya rusak otomatis kami sendiri yang akan menuntut pihak jasa marga, sebab ini harus dilakukan secara tertulis dan menjadi pegangan masyarakat,” ungkap Kapolres dan dibenarkan PJS Walikota Humiang.

Tak hanya itu, soal tempat Wisata yang dijanjikan jalan tol yang menjadi CSR harus juga diberikan pernyataan akan membuatnya. “Silahkan kami akan menagihnya agar supaya taman tersebut dijadikan taman adat untuk masyarakat,” ungkap Pjs Walikota Edison Humiang.

Namun, Perwakilan Aliansi Billy Ladi kepada wartawan tetap akan melakukan langkah-langkah non litigasi bersama dengan LBH Manado untuk tetap meminta agar jalan tersebut dipindahkan. “ Perjuangan belum berakhir karena apapun akan kami lakukan untuk melindungi persoalan air ini,” jelasnya.(red)    

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: