Tiang Utama Retak, Gedung Walikota Bitung Tak Aman?

BitungMP—Bukan hanya nyawa pimpinan kota yang terancam namun, semua ASN yang bertugas di Gedung Utama Pemerintah Kota Bitung terancam. Bagaimana tidak, terjadinya sejumlah gempa beruntun akhir-akhir ini membuat sejumlah bangunan di kantor tersebut retak. Bahkan 2 tiang utama penyangah gedung itu kelihatan retak parah di dasar tiang. Pun demikian retak di bagian protokoler serta tangga ke lantai 2 dan 3.

Dinding di Ruang Protokoler

Namun dari pengakuan Kabag Protokoler Albert Sergius retak yang ada di kantornya sudah agak lama. “Ada beberapa bagian yang sudah lama, tapi ada juga yang saya amati baru retak,” jelas Sergius.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Theo Rorong saat dikonfirmasi menjelaskan jika bangunan utama pemkot itu sudah berumur 20 sampai 25 tahun. “Selama ini yang kami rehab hanya yang ada di dalam, untuk bagian luar hanya sekali dan itu hanya interiornya kalau tidak salah pada tahun 2016,” jelasnya.

Pilar Bagian Kiri dari Gedung Walikota

Disebutkannya jika ada beberapa kali pihaknya melakukan rehabilitasi ruangan sampai tehel. “Penambahan tehel hampir setiap tiga tahun sekali, malahan ini terjadi di semua tingkat gedung utama,” jelasnya.

Dia sendiri sudah pernah menyampaikan kepada pimpinan kota Bitung soal banyaknya dinding yang retak sehingga perlu dilakukan pembenahan di luar gedung. “Namun pak Walikota dan wakil Walikota menyampaikan jika hal itu belum urgen dimasa pandemi ini. Bahkan pak Wali minta kepada kami untuk fokus dulu pada pelayanan masyarakat,” jelasnya Rorong.

Sementara itu Rudy Tenock, Master teknik yang sempat menyelesaikan kuliah dengan Hasil cum Lauda saat dikonfirmasi soal bangunan tersebut mengatakan jika dirinya sudah mencermati hal itu. “Tapi secara kasat mata saya melihat gedung tersebut masih layak, karena Retak yang disebutkan tadi hanyalah di dinding dan tidak pada konstruksi utama atau pilar utama bangunan,” jelas mahasiswa study Insinyur tingkat Asia ini seraya mengatakan kalau ada retak pada dinding mungkin itu hanyalah kesalahan pada Plesteran atau pengunaan bata.

Tapi begitu kepala Dinas PU Bitung ini menjelaskan kalau dirinya hanya melihat secara kasat mata yang tak bisa dipertanggungjawabkan atau bukan sisi Ilmiahnya. “Memang Gedung tersebut harus dilakukan mekanisme Uji Kelayakan Bangunan agar bisa dipastikan ketahanannya apalagi penambahan beban bangunan hampir setiap tahun dilakukan pada saat pemerintahan yang lalu,” jelasnya.

Dinding di bawah Ruang Sekretaris Daerah

Dijelaskan jika beban bangunan itu sendiri sepertinya sudah bergeser dari apa yang dikalkulasi pada 20 tahun lalu. “Yang saya tau Lantai 1 sampai dengan lantai 4 itu sudah beberapa kali dipasang tehel dan Tehelnya disusun bukan di kupas dan dilapisi tehel,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya berencana akan membuat Telaan staf mengenai bangunan utama pemkot Bitung agar secepatnya menghindari bencana. (epa)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: