Proyek Mega Korupsi, Ancam Keselamatan Warga

Bitung—Bukan hanya kerugian materi saja yang dialami proyek Radio TV Bitung yang ditahun 2000 an lalu sempat dikorupsi, tapi jika tidak secepatnya dilakukan pembenahan maka proyek ini terancam membunuh warga sekitar. Bagaimana tidak, tower yang tingginya sekitar 60 Meter ini sudah kelihatan berkarat dan tidak lagi terawat. Malahan, dari pantauan wartawan sejumlah tumbuhan liar sudah membungkus dasar tiang hingga ke bagian tengah Tower.

Dari penuturan Rina Makawimbang werga yang tinggal di samping tower tersebut mengatakan jika angin kencang tower tersebut mengeluarkan bunyi seperti gesekan-gesekan besi di udara. “Apalagi Gempa bunyinya sangat ribut, kami hanya bisa berdoa dan pasrah jika itu terjadi pada malam hari, jika pada siang hari kami sering lari ke luar rumah,” jelasnya.

Keluarga ini sudah berserah pada Tuhan saja jika nantinya tower ini Roboh. “Kami tidak tau dia mau roboh kemana, namun kami berserah saja kepada Tuhan. Padahal beberapa waktu lalu kami sudah bicarakan hal ini dengan kelurahan tapi hingga kini belum direspons,” katanya.

Dia sendiri meminta kepada pimpinan kota Bitung untuk kiranya dapat melihat kekuatan tower yang sudah berumur hampir 20 puluh tahun tanpa perawatan ini. “Kami minta pak walikota dan Wakil dapat melihat tower ini demi keselamatan kami,” tutupnya.

Lurah Wangurer Utara, Syane Daly  saat dikonfirmasi mengatakan jika keluhan warga itu sudah sering dibahas dalam pertemuan-pertemuan tingkat kota dan terakhir dibahas saat Max Lomban masih menjabat Wali Kota Bitung.

“Memang betul masalah itu sudah beberapa kali kami bahas untuk mencari jalan keluarnya, tapi sayang sampai saat ini tidak ada realisasi,” kata Syane.

Pun demikian, Syane berjanji akan kembali melakukan koordinasi dengan instansi terkait soal kondisi tower yang dikeluhkan.

“Saya akan kembali berkoordinasi dan semoga ada tindak lanjut dari hasil rapat sebelnya,” katanya.

Kepala Dinas Kominfo Bitung Frangky Sondakh saat dikonfirmasi membenarkan akan bahayanya tower tersebut. Malahan dirinya menyebutkan jika sejak 9 tahun lalu saat dirinya masih sebagai kepala badan Aset dan Keuangan Tower tersebut sudah menakutkan.

“ 9 tahun lalu saat saya tinggal di kompleks ini, saya menyaksikan potensi bahaya jika berangin, namun kami takut melakukan Penghapusan aset Radio dan Televisi Bitung, karena masih ada persoalan (korupsi,red) dan Aset itu sudah dicantumkan sebagai aset lainnya di pemkot Namun, jika sudah berbahaya harus dilakukan penghapusan barang,” ungkapnya seraya menjelaskan jika dirinya akan melakukan kajian administrasi untuk penghapusan aset ini termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Seperti diketahui Proyek Radio dan Televisi senilai 6 Miliard sempat berproses di Pengadilan pada tahun awal tahun 2000 an atas dugaan Korupsi mark Up sejumlah barang serta tanah ditempat tersebut.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: