Kandungan Emas Besar, Pinasungkulan Bakal di Pindah Seharga 250 rb/meter

BitungMP—Terindikasi adanya kandungan Emas yang besar, Pihak Perusahaan Tambang PT Meares Soputan Meaning (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) dalam waktu dekat berencana memindahkan Kelurahan Pinasungkulan, baik itu Pemukiman, Sekolah, Kantor Lurah, Tempat Ibadah sampai Fasilitas kelurahan lainnya.

Namun beredar isu pemindahan kelurahan ini sudah sejak jauh hari direncanakan pihak Perusahaan Tambang tersebut namun, masyarakat masih enggan meninggalkan tanah kelahirannya itu karena pihak perusahaan masih meminta harga yang murah. “Yang kami dengar perusahan hanya bersedia membayar tanah di Pemukiman Kelurahan itu seharga 250 ribu per meter, makanya kami tidak bisa menyetujuinya,” jelas warga yang mempunyai tanah di kelurahan itu.

Malahan dari investigasi wartawan media ini, upaya ekspliotasi emas liar yang sempat ramai dilakukan warga awal tahun ini diduga diotaki oleh pihak PT MSM/TTN agar tanah dan pekarangan menjadi rusak sehingga harga tanah di Kelurahan Pinasungkulan menjadi Murah. “Ini sudah biasa dalam permainan perusahaan tambang. Agar tanah menjadi murah harus dirusak duluan. Sebab kandungan emas di Pinasungkulan berada pada kedalaman  100 Hingga 150 Meter, sehingga mana mampu penambang liar membiayai  pengalian hingga kedalaman itu, pasti baru 50 meter sudah rugi karena emas yang didapat adalah emas mudah atau emas putih,”ungkap salah satu warga yang pernah menjadi Karyawan PT Freeport Papua.

Sementara soal pembelian tanah dari keterangan sejumlah warga berkisar di 2 sampai 3 juta per meter barulah mereka setuju. “Jika hanya untuk tanah kami siap dengan harga seperti itu diluar ongkos bangunan,” jelas Niko Co.

Namun, ketika di hitung lebih jauh memang harga  Sejuta per meter adalah harga yang pas untuk kelurahan Pinasungkulan apalagi perpindahan kelurahan itu  harus di barengi dengan pembuatan sarana jalan, Fasilitas Kantor serta Fasilitas ibadah oleh pihak Perusahaan.

Apalagi terinformasi Induk perusahaan PT MSM/TTN yaitu PT Archi Indonesia TBK  mengalami kerugian karena saham yang dilepas perusahan tersebut tak laku di bursa hanya dibeli oleh orang dalam PT Archi sendiri.

Hal inilah yang menjadi kesulitan pihak PT MSM/TTN membeli tanah di Pinasungkulan dengan harga yang mahal, Meski PT MSM/TTN saat ini sedang pada masa-masa untung yang signifikan sebagai perusahaan tambang namun semuanya tersedot ke induk perusahaan.

Dolfi Rumampuk Camat Ranowulu saat dikonfirmasi membenarkan jika sudah ada peta kelurahan Pinasungkulan baru. “Saya sudah lihat peta rencana perpindahan kelurahan Pinasungkulan itu, sudah digambar malahan tata lahan sampai dengan lokasi  gambar rumah Ibadah, kantor kelurahan sudah ada,” katanya.

Namun, Berbeda saat media ini mengkonfirmasi kepada Humas PT MSM/TTN Inyo Rumondor soal harga pembelian dan rencana Perpindahan. “Dari Perusahaan belum ada keputusan soal itu dan Relokasi sendiri juga masih dalam kajian,” ungkapnya.(epa)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: