Minta Desember Relokasi, Humas MSM Kunjungi Kediaman Walikota

BitungMB—Humas PT MSM/TTN Inyo Rumondor siang kemarin terlihat masuk kediaman Walikota Bitung Maurits Mantiri namun sempat tertahan di ruang tunggu karena Walikota usai Upacara Hari pahlawan masih rapat dengan pihak Pemerintah Provinsi dan Instansi terkait eksekusi lahan KEK.

Dari informasi yang diterima wartawan rupanya maksud pertemuan tersebut ingin membicarakan percepatan Relokasi Lahan Tinerungan menjadi area tambang. Kedatangan pimpinan MSM ini di jemput oleh Asisten1 Pemkot Bitung drs Julius Ondang.

“Kemungkinan pertemuan itu untuk membicarakan percepatan relokasi. Jika memungkinkan pihak MSM menginginkan bulan desembes sudah bisa dilakukan Pembebasan karena menjelang natal dan semua memerlukan uang,” jelas sumber.

Romondor yang dihubungi wartawan menjelaskan jika pertemuan dengan Walikota itu bukan membicarakan soal relokasi. “Bukan persoalan itu,” katanya.

Menurut Rumondor pertemuan itu membicarakan soal dana Corporate Social Responsbility (CSR) atau Bantuan Sosial Perusahaan terhadap persoalan Lingkungan. “Barusan bicara dan pak wali minta adanya csr terkait perbaikan jalan,” ungkapnya.

Kerena menurut Romondor dalam penjelasan Walikota, Jika APBD, selain harus tertata tak akan secepat program CSR. “Program CSR perusahaan tidak melalui mekanisme birokrasi. Dan ini memungkinkan agar pelaksanaan perbaikan jalan yang rusak itu secepatnya ditindaklanjuti,” katanya lagi.

Rumondor sendiri menjelaskan kalau hadir dalam pertemuan itu juga adalah Sekretaris Kota Bitung, Audy Pangemanan.

Ditempat lain, Ketua Bidang Hikma dan Advokasi Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Bitung, Mohammad Nabil Baso mendesak Pemkot dan DPRD agar menolak ekspansi pertambangan emas PT MSM/TTN.

Dasar penolakan itu, kata Nabil, karena di nilai tidak memberikan dampak positif kepada masyarakat lingkar tambang.

“Jangan ada lagi dalil kesejahteraan dan pembangunan. Jika Pemkot dan DPRD Bitung meloloskan ekspansi pertambangan emas PT MSM/TTN, itu artinya mereka ikut serta merusak lingkungan dan memberikan ruang bencana ekologi,” ujarnya saat ditemui media ini, Senin (08/11/2021).

Nabil mempertanyakan rencana Pemkot merelokasi kelurahan Pinasungkulan. Walaupun itu baru wacana, menurutnya, motif relokasi harus jelas dan terbuka untuk publik.

“Mestinya dari awal Pemkot harus terbuka ke publik terkait wacana relokasi pemindahan kelurahan, agar supaya pemerintah terhindar dari stigma pelayan dari anak perusahan PT Arci Indonesia itu,” ungkap Nabil.

Pria berambut kriting ini juga menegaskan, dalam waktu dekat sejumlah organisasi kepemudaan akan melakukan kajian terkait persoalan pemindahan kelurahan hingga ekspansi pertambangan emas PT MSM/TTN.

“Nantinya, dari kajian itu ada tuntutan-tuntutan yang akan kita sampaikan ke depan publik,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Fraksi Amanat Indonesia Raya (AIR) DPRD Kota Bitung Hasan Suga menyatakan, pemindahan kelurahan Pinasungkulan harus melihat respon masyarakat. Ia menyarankan, Pemkot Bitung jangan tergesa-gesa mengambil keputusan hanya kerena kepentingan sesasat.

“Artinya harus ada kajian mendalam terutama dari sisi lingkungan dan dampak ekonomi masyarakat Pinasungkulan,” katanya.

Pun demikian, dalam amatan Hasan, relokasi kelurahan yang direncanakan Pemkot tak terlepas dari keinginan PT MSM/TTN.

“Maka dari itu Pemkot harus berhati-hati mengambil keputusan. Jangan sampai, hanya karena kepentingan MSM terus imbasnya masyarakat,” bebernya.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: