Wajah Baru Pelayanan Publik Bitung Baru Dilakukan DLH dan BPBD

BitungMB—Pasca dilantiknya kepala BPDB kota Bitung yang baru Fifi Kadeke, sejumlah terobosan mulai dilakukan sesuai dengan keinginan Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Wakil walikota Hengky Honandar.

Buktinya, kerja Gotong Royong yang dilakukan pagi tadi ( Senin,22/11) saat pohon tumbang menjadi patokan kerja gotong royong lintas instansi di Bitung antara dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kelurahan Aertembaga satu kecamatan Aertembaga.

“Kami menerima laporan adanya pohon tumbang dan langsung unit reaksi cepat kami bergegas di wilayah untuk mengamankan lokasi, kemudian berkoordinasi di grup, pihak dinas lingkungan hidup langsung mengirimkan tim pembersihan. Diharapkan saat usai melakukan pembenahan pohon yang tumbang, pihak kebersihan sudah membersihkan lokasi sehingga tak harus menunggu lama lokasi sudah bersih dan sudah bisa dilewati warga,” jelas Kepala BPBD Fifi Kadeke.

Kepala BPBD Bitung Perempuan ini mengatakan jika hal-hal seperti ini yang harus dilakukan Pemkot Sesuai dengan keinginan dari Pimpinan kota. “Pelayanan Publik yang cepat dan tepat seperti ini yang diimpikan oleh Walikota dan Wakil Walikota tampa harus saling menungu dan berharap, supaya pelayanannya cepat dan tak menghalangi warga,” tambah Kadeke.

Sementara itu ketua Tim Percepatan kota Bitung Maikel Jakobus SH MH kepada wartawan mengakui jika hal Gherak Cepat seperti ini yang diminta pak walikota. “Konsep kerja keroyokan yang ditelorkan oleh Walikota Bitung Ir Maurits Mantiri, MM tidak hanya menjadi teori dan konsep di atas meja. Secara perlahan dan pasti, antarperangkat daerah mulai mewujudnyatakan dalam pelaksanaan tugas pelayanan publik,” kata Jakobus.

Ditambahkan jika keinginan walikota seperti inilah yang akan menjadi wajah baru pelayanan Publik di Kota Bitung. “Respons yang cepat dan Gotong Royong antar instansi akan ditiru masyarakat jika memang  hal ini dilakukan terus. Dan inilah yang dinamakan Sepakat DLH dan BPBD,” ungkap Jakobus.

Namun menurut Jakobus untuk kejadian seperti itu harusnya disikapi oleh pihak dinas Perhubungan juga untuk mengatur arus lalu lintas yang ada saat ada pekerjaan. “Mungkin ke depan akan disikapi oleh dinas Perhubungan agar semuanya berfungsi,” katanya.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: