Emor Tuding MSM Bodohi Warga dan Minta Pemkot Jangan Percaya MSM

BitungMB—Warga yang mempunyai tanah di Tinerungan kelurahan Pinasungkulan kecamatan Ranowulu menuding jika pihak PT MSM/TTN telah membodohi sebagian warga Tinerungan seperti dirinya, sehingga dia menilai upaya relokasi pemukiman Tinerungan akan dipenuhi dengan trik dan intrik yang tidak akan menguntungkan warga.

“Saya adalah salah satu orang yang ditipu pihak perusahaan, jadi apapun yang dilakukan perusahaan saya tidak percaya,” jelas Julius Emor warga kelahiran Tinerungan yang kini menjadi petani di lahan milik turun temurunnya.

Dia membuktikan jika lahannya yang bersebrangan dengan Opet Pit (lubang Tambang) Araren sempat di gusur oleh alat berat milik PT MSM sehingga 80 pohon kelapa yang ada dilahannya roboh dan hingga kini belum ada pergantian. “Tanah saya mempunyai sertifikat dan pengusuran lahan dilakukan tahun 2018 hingga kini belum ada pergantian meski sudah 3 kali saya bolak-balik meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan. Setidaknya jika tidak ada ganti rugi,kembalikan saja seperti semula saja,” ungkapnya

Dia malahan tidak percaya dengan upaya pemerintah melakukan pengukuran. “Saya tidak percaya dengan perusahaan dan saya hanya mengingatkan kepada pemerintah jangan sampai di bodohi oleh perusahaan sebab kami sendiri sudah mengalami pembodohan yang dilakukan perusahaan, padahal tanah kami bersertifikat dan ini adalah warisan dari Opa Buyut kepada Opa kami kemudian opa kepada ayah seterusnya di hibahkan kepada saya,” ungkap Emor yang saat ditemui wartawan masih telanjang dada berpeluh usai mencangkul.

Diapun sempat membuka lemari yang ada di kebunnya dan menunjukan fotocopy sertifikat kepada wartawan.

Assisten 1 Pemkot Bitung saat dikonfirmasi mengatakan jika pemkot tidak mungkin dibodohi oleh pihak PT MSM karena ini adalah instansi resmi dan jangan lupa, bagian Hukum dari Pemkot Bitung saat ini adalah orang Kejaksaan yang diperbantukan ke pemkot sehingga hal ini akan sulit dilakukan oleh siapapun. “Tapi tentunya sebagai perusahaan yang besar hal itu mustahil dilakukan PT MSM, intinya nanti kami akan pertanyakan persoalan warga itu kepada pihak PT MSM dan jika menyangkut warga Pak wali sering ingatkan kepada saya untuk segera mencarikan jalan keluar jika ada persoalan dengan warga,” ungkap Ondang.

Ondang sendiri mengaku berang jika ada lahan warga yang diserobot perusahaan dan belum dilakukan pergantian. “Oh ini perusahaan tambang jadi harusnya diganti, kan kasihan jika sudah 3 tahun dan belum ada pergantian. Banyak uangnya jika pohon kepala itu masih produktif,” kata Ondang.

Diapun berjanji akan mempertanyakan hal ini kepada pihak Perusahaan. “Saya akan bicara keras dengan perusahaan akan persoalan ini,” tutup mantan kadis Pendidikan Bitung.

Sementara Humas PT MSM Inyo Rumondor saat dikonfirmasi meminta wartawan dapat menunggu karena dirinya masih akan berkonsultasi dengan bagian terkait. “Tunggu saya konfirmasi dulu,” singkatnya.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: