30 Menit Terlambat, 3 Lurah Baru Diganjar Walikota

BitungMB—Ketegasan dari pimpinan kota Bitung mulai diterapkan oleh pemkot Bitung. Buktinya sebanyak 4 lurah di ganjar berdiri di tempat oleh Walikota karena terlambat mengikuti rapat menghadiri pelaksanaan rapatevaluasi pengawasan dan realisasi anggaran (Epra) dan Pendapatan asli daerah (PAD)di ruang SH Sarundajang kantor walikota Bitung, Rabu (24/11). 

Informasi yang dirangkum dari Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) kota Bitung pada hari Kamis (25/11) keempat lurah yang terlambat adalah Lintje Sanger, Lurah Girian Indah, Miliske Mattitaputti Lurah Pinasungkulan, Sinta Kepel  Lurah Apela I dan Sandra Pangemanan Lurah Apela yang ketiga nama terakhir adalah lurah dari kecamatan Ranowulu.

Para lurah yang terundang mengikut rapat EPRA dan PAD kota Bitung, menggenakkan pakain putih dan celana warna hitam berdiri di bagian belakang deratan kursi yang diatur. “Jadi mereka baru tiba saat rapat sudah berlangsung hampir 30 menit pak Walikota menyampaikan sambutan serta arahan,” kata Albert Sergius Kepala Bagian Protokoldan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Bitung.

Ironisnya,dari ketiga orang lurah yang terlambat adalah lurah yang baru. Mereka menjabat lurah baru hampir tiga pekan pasca di lantik oleh Hengky Honandar Wakil walikota Bitung, pada Selasa (9/11/2021) di ruang SH Sarundajang kantor Walikota Bitung. 

Maurits Mantiri Walikota Bitung dalam kerangannya bilang, mengapa lurah tidak boleh terlambat ketika pelaksanaan rapat EPRA dan PAD karena rapat itu sangat penting. “Iya, tidak ada satu pun perangkat daerah, camat sampai lurah yang terlambat dengan alasan apapun. Ini peringatan buat semua,” tegas Maurits Mantiri. 

Akibatnya,mereka yang terlambat langsung mendapat sanksi tegas dari Walikota Bitung selaku pimpinan rapat. 

Sanksi ituberupa berdiri selama rapat berlangsung. “Kedepan jika ada yang terlambat, sanksinya lebih tegas lagi yakni push up di tempat,” tegasnya.(ep) 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: