PPKM Level 3 Jelang Nataru Batal di Bitung

BitungMB—Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Bitung rupanya akan dibatalkan oleh pemerintah pusat.  Hal itu diungkapkan oleh kepala dinas Kesehatan Kota Bitung, Dr Piter Lumingkewas saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (09/12) kemarin.

Dalam keterangannya Kepala dinas Jangkung tersebut meyebutkan jika pembatalan ini dilakukan oleh kementerian dalam negeri. ‘Menteri Dalam negeri dalam zoom meting tadi sudah membatalkan PPKM level 3 ini jelang natal dan tahun baru, Namun penerapannya seperti apa masih akan tertuang  pada Isntruksi menteri dalam Negeri (Inmendagri),” kata Lumingkewas.

Diapun mengatakan jika kemungkinan besar mungkin namanya bukan PPKM level 3 tapi prinsipnya masih sama dengan PPKM level 3 untuk kota Bitung. “Karena PPKM level 3 itu digunakan untuk seluruh Indonesia, sementara PPKM level 3 tak bisa di terapkan di pulau Jawa yang mayoritas warganya tak merayakan natal,” jelas putra Tendeki ini.

Dia sendiri enggan berspekolasi soal isi Inmendagri meski telah melakukan meeting dengan Mendagri Tito Karnavian. “Kita Tunggu saja Inmendagrinya seperti apa,” ungkapnya.

Sementara itu, berita yang dirilis kompas.com pernyataan Mendagri Tito Karnavian soal PPKM level 3 ini. Tito mengatakan, kebijakan itu diubah agar pembatasan yang diterapkan pada masa Natal dan tahun baru berlaku secara spesifik selama 24 Desember 2024 hingga 2 Januari, tergantung situasi di masing-masing daerah. “Penerapan Level 3 tidak dilakukan di semua wilayah karena kalau menggunakan istilah Level 3 nanti (berlaku) di semua wilayah, sehingga judulnya diganti dengan pembatasan kegiatan masyarakat di masa Nataru, 24 Desember sampai dengan 2 Januari, nah itu spesifik,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/12).

 Mantan Kapolri ini membeberkan beberapa faktor membuat pemerintah membatalkan rencana PPKM Level 3 se-Indonesia pada masa libur Natal dan tahun baru.

Pertama, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir relatif landai dan angka penularannya pun terbilang rendah. “Kita kan lihat angka-angka kasus konfirmasi kan relatif rendah dibanding dulu yang puluhan ribu, bahkan kemarin kalau enggak salah ada seratus berapa begitu ya,” kata Tito seraya mengatakan jika berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan, antibodi masyarakat sudah terbilang tinggi. Bahkan, ia menyebut ada kemungkinan masyarakat di sembilan daerah aglomerasi telah mengalami kekebalan kelompok atau herd immunity.

Dilanjutkan Tito, berkaca dari faktor-faktor di atas, penerapan PPKM Level 3 se-Indonesia dinilai terlalu ketat, padahal ada sejumlah daerah yang menunjukkan perbaikan. “Ini kan semua dinamis, dinamis, kita melihat angka-angka indikator, kemudian tingkat vaksinasi yang meningkat, yang baik, meskipun perintah presiden untuk digenjot terus sampai 70 persen target akhir Desember,” ujar Tito.

Ia menyampaikan, perubahan istilah ini bukanlah sesuatu hal yang aneh karena pemerintah selalu memperbarui status PPKM di masing-masing daerah setiap pekan.

Ia pun menegaskan, meski berubah istilah, pemerintah akan tetap menerapkan pembatasan, misalnya pengunjung mal dibatasi maksimal 75 persen dari kapasitas, hanya warga yang sudah vaksinasi dua dosis yang dapat beraktivitas di tempat publik, dan penerapan aplikasi PeduliLindungi di ruang publik.

Pun begitu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah Indonesia dalam rangka menjelang momen Natal dan tahun baru. “Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada periode Natal dan tahun baru terhadap semua wilayah,” ujar Luhut, dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenko Marves, Selasa (7/12). “Penerapan level PPKM selama Natal dan tahun baru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” ucap dia.(ep/kompas.com)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: