Diduga Ada Pungli di Kantor Lurah Aertembaga 1

BitungMB—Peringatan Hari Anti Korupsi Indonesia baru lewat sehari, namun upaya pungutan liar rupanya sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu sebelum peringatan hari anti korupsi tersebut.

Dugaan pungutan ini terjadi untuk pengurusan Surat Keterangan, Surat keterangan Usaha dan berbagai pengurusan administrasi di kelurahan tersebut.

Malahan pada aksi pungli tersebut menurut sumber bukan hanya sekedarnya. “Dalam bukti jelas bukan hanya sepuluh ribu atau dua puluh ribu namun ada sampai 100 ribu hingga 200 ribu,” ungkap Sumber yang enggan namanya dikorankan ini.

Kajadian ini malahan menurut sumber dilakukan sejak bulan Oktober hingga November yang lalu.

Catatan dalam buku itu terdiri dari 3 kolom, Nama , jumlah dan Tanda Tangan. Ironis pada kolom tanda tangan tak ada tanda tangan hanya dicantumkan keperluan untuk fotocopy sampai baliho.

Lurah Aertembaga 1 kecamatan Aertembaga,  Yulia Renti saat dikonfirmasi tidak mengakui jika dirinya yang melakukan tagihan itu.

Dia menuding jika yang melakukan hal itu adalah anak buahnya di kantor. ‘Saya tidak terima, Cuma itu catatan anak buah saya THL  dikantor. Bukan saya yang terima apalah arti uang itu bagi saya,” jelas Ranti seraya mengatakan jika dirinya tak melakukan korupsi.

‘Silahkan anda tanya kepada anak buah saya,” jelasnya dalam pesan elektronik ponsel.

Anehnya dalam percakapan vian pesan elektrik tersebut dia sempat mengakui jika dana yang dikumpulkan itu hanya habis untuk membeli kertas dan fotocopy saja. “Ya memang Cuma begitu dan bukan kepada saya, anak-anak THL dan Cuma habis beli kertas dan fotocopy saja,” jelasnya.

Dia akui jika dirinya tak pernah memang uang tersebut. “Pala RT tau apalagi masalah uang begitu, saya lurah tak pernah pegang uang-uang begitu,” jelasnya lagi.

Ranti pun bersikeras jika dirinya tak berbuat apalagi catatan tersebut bukan miliknya. “Tidak ada tanda tangan saya kok, lagian berapalah harga uang itu. Macam ada pakai uang  uang ratusan juta kita samapi segini keadaanya,” ungkap juga.

Malahan persoalan tersebut Lurah cantik ini, sudah pernah menanyakan kepada pihak Kejaksaan saat pelaksanaan Sosialisasi Anti korupsi di ruang SH Sarundajang pada Selasa 7 Desember 2021 bersama walikota Bitung.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: