Direktur PDAM Dan Pemasok Jadi Tersangka Hibah Air Minum 2017-2018

BitungMB—Setelah cukup lama berproses akhirnya Direktur PDAM Bitung RL alias Emon kini oleh Pihak Polda Sulut ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan kasus korupsi program Hibah Air Minum Bitung Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

Dari keterangan sejumlah sumber ada 3 orang yang ditetapan sebagai tersangka RL Dirut PDAM, MNL Regional Manager PT S, dan SB seorang juru Survey.

Namun saat media mengkonfirmasi kepada pihak Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno melalui Kabid Humas Polda Kombes Pol Jules A Abast, rupanya baru 2 yang ditetapkan sebagai tersangka.

 “Iya hal itu memang benar saat ini sudah 2 orang yang kami tetapkan sebagai tersangka,” singkat Abast kepada wartawan.

Pihak Polda sendiri belum melakukan penahan terhadap para tersangka  “Saat ini kami belum melakukan penahanan kepada ke 2 tersangka,” singkatnnya.

Humas Polda itupun langsung mengirimkan Release resmi Instansinya itu terkait kasus dugaan Korupsi Kegiatan Program Hibah Air Minum Kota Bitung bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

“Ya dasar penanganan dugaan tindak pidana korupsi ini, adalah laporan Polisi yang masuk di Polda Sulut pada 19 April 2021, dan Surat Perintah Penyidikan tanggal 20 April 2021,” jelas Abast

Selain itu, setelah melakukan serangkaian proses penyidikan kepada para terlapor dan saksi, Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut kemudian menetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi ini, pada Kamis (27/01/2022).

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan bahwa penetapan tersangka dilakukan karena dari hasil Audit PKKN oleh Perwakilan BPKP Provinsi Sulut tanggal 27 Desember 2021, dugaan tindak pidana korupsi ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp14 miliar.

“Saat ini Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulut telah menetapkan dua orang tersangka, masing-masing berinisial RL dan MNL, yang diduga melanggar pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55, pasal 56 KUHP pidana,” Jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sayangnya Direktur PDAM RL saat di telpon Wartawan guna mendapatkan hak Jawab tak mengangkat Telpon.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: