Tambang Liar Pinasungkulan Marak Gunakan Racun Sianida

BitungMB—Kabar memprihatinkan datang dari para penambang liar yang ada di Pinasungkulan. Bagaimana tidak dari hasil investigasi yang dilakukan wartawan dilokasi tambang liar tersebut sejumlah penambang illegal ini mengunakan Sianida sebagai bahan untuk mengendapkan emas bersama dengan cairan soda api.

Hal iniah yang ditakutkan sejumlah warga yang bermukim di hilir sungai Rinondoran Pinasungkulan, karena pengunanan Sianida adalah racun yang bekerja cepat, berbentuk gas yang tak berbau serta tak berwarna itu, akan berdampak pada ekologi sungai dengan kematian masal ikan serta tumbuhan yang berada di sungai tersebut malahan bisa berbahaya bagi kehidupan manusia, apalagi Pinasungkulan sendiri adalah hulu dari sungai Rinondoran yang panjangnya sekitar 7,8 km.

Hal inilah yang juga diingatkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lewat Kabid Minerba Jimmy Mokolensang agar warga Kelurahan Pinasungkulan  waspada dengan penggunaan bahan Sianida

 “Penggunaan bahan Sianida dan merkuri tidak sesuai aturan maka dampaknya sangat membahayakan lingkungan serta mahluk hidup,” jelasnya, saat menyosialisasikan Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik (Good Minning Prctise) Bagi Pemerintah, Instansi Terkait dan Pelaksana Pertambangan pada  Senin (11/7) kemarin.d

disebutkankannya jika Undang – Undang nomor 3 Tahun 2020 mengatur kesemuanya itu.

Sosialisasi itu digelar di Kantor Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu dihadiri Kapolres Bitung, AKBP Alam Kusuma S Irawan sebagai pemateri dan Camat Ranowulu, Andre Ratung serta Kapolsek Ranowulu, Iptu Andri Salmon.

“Lingkungan sangat terpengaruh dengan adanya aktifitas pertambangan, jadi jangan sampai ada aktifitas-aktifitas ilegal yg nantinya malah merugikan banyak orang,” kata Jimmy.

 Pun demikian yang dikatakan Kapolres Bitung, AKBP Alam Kusuma S Irawan jika pengunaan Sianida sangat berbahaya bagi manusia. “Ingat kasus Kopi Sianida itu sangat berbahaya malahan orang bisa mati hanya dengan ukuran yang sangat sedikit,” jelasnya.

Beredar kabar dari pihak pemerintah kecamatan usai sosialisasi itu, jika pihak kepolisian sempat memproses penambang liar yang kedapatan mengunakan Sianida saat bertambang di Pinasungkulan. Sayangnya kabar tersebut didapat ketika Kapolres dan pemerintah telah meninggalkan kantor kelurahan Pinasungkulan, Sehingga belum sempat dikonfirmasi.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: