9 Jam Kasus Pembunuhan Yosua Diungkap Polres Bitung. Para Pihak di Minta Fokus


BitungMB–Tak perlu waktu lama, pembunuhan Joshua Mahagati di Kelurahan Girian Weru 1 yang terjadi pada 30 Agustus 2022 Subuh pukul 03.00 Wita di ringkus oleh pihak Kepolisian di di kelurahan Madidir Ure.
“Pihak Resmob berhasil meringkus ketiga tersangka pembunuhan Yosua di Girian Weru 1 ini, 9 jam setelah kejadian pembunuhan terjadi. Para tersangka diamankan di Lorong Union kelurahan Madidir Ure,” Ungkap Kapolrer
Bitung AKBP Alam Kusuma yang didampingi oleh AKP Marselus Y Amboro SIK, Kasat Tahti Polres Bitung, Iptu Sonny Lethulur, Kasi Humas Polres Bitung, Ipda Iwan Setiyabudi SSos dan Kanit Jatanras, Ipda Doly Irawan STrK, dalam konfrensi pers, Rabu (31/8). Para Tersangka yang diamankan adalah para remaja tanggung yang masih bersekolah mereka adalah yakni LL (17), HT (16) dan EW (15)

Para Tersangka yang masih dibawa umur sehingga mukanya harus ditutup sesuai dengan Aturan Perlindungan Anak


Kapolres mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan, alasan para terduga tersangka membunuh korban Joshua, karena merasa marah dengan tindakan korban yang menendang bagian kaki tersangka HT
alias Bucan saat motor yang ditumpangi ketiga tersangka ini hampir bersengolan dengan motor korban yang berboncengan dengan sang Istri.
“Nah lokasi tempat kejadian perkara itu di Kelurahan Girian Weru I, Kecamatan Girian atau lebih tepatnya berada di dekat rumah makan nasi kuning amoy,” katanya.


Kronologis kejadian, diceritakan Kapolres ketika korban dengan motor ingin berbalik arah menuju rumah, Melaju motor dari arah Bitung yang dikendarai LL berboncengan dua dengan HT dan EW sehingga kedua
motor ini hampir bersengolan. Disinilah awal pertengkaran terjadi antara korban dan tersangka. “Korban sempat menendang motor para tersangka, kemudian berteriak keras (bakuku,red) dan memacu kendaraannya menuju
rumah kemudian dikerjar para tersangka,” kata Kapolres.


Kejar-kejaran sepeda motor terjadi, setibanya di rumahnya, korban dan istri langsung masuk dalam rumah dan mengunci Pintu.
Namun, tersangka LL dan HT tetap ngotot masuk dalam rumah dengan cara mendobrak pintu rumah Yosua. Korban dan sudah memegang senjata pembunuh ikan (Jubi,red) enggan melesatkan alat tersebut, sehingga
perkelahian jarak dekat terjadi dalam rumah, Saling rangkul memukul, kemudian tersangka LL mengambil pisau yang terselip dipinggangnya dan menghunuskan ke bagian dada korban kemudian kepala serta lengan kanan.


Tersangka HT sendiri tak tinggal diam membantu rekannya LL yang sedang bergumul, dengan mengunakan pisaunya tersangka HT menikam bagian belakang dari korban. “Untuk Tersangka EW tidak masuk ke dalam, hanya menunggu diluar dan duduk di Motor,”kata Alam. Istri korban sendiri yang ingin melerai perkelahian harus menerima sabetan ditangan kirinya oleh tersangka HT.


“Korban meninggal dengan 4 Tikaman dibagian kepala, Lengan, Dada dan Belakang badan,” kata Perwira polres Bitung ini.
Kapolres Bitung ini mengungkap jika sebelum terjadi pembunuhan ini, para tersangka melakukan pesta minuman keras jenis Cap Tikus di rumah HT kemudian dengan mengunakan mengarah ke kelurahan Manembo-nembo.

Para tersangka menurut Kapolres, diancam Pasal 338 KUHPidana, Pasal 351 ayat (3) KUHP, Junto Pasal 55 ayat (1) Ke -1 KUHPidana dan 56 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.


Marak Aksi Kekerasan Dilakukan Anak Dibawah Umur
Pihak Polres Bitung sendiri merasa prihatin dengan kejadian akhir-akhir ini dimana ada tren penikaman yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. “Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak
untuk mengantisipasi persoalan perkelahian yang dilakukan oleh anak-anak dibawah umur,”ungkap Kapolres.
Diapun mengatakan jika, pihaknya sudah melakukan upaya sosialisasi di sekolah-sekolah namun ini masih belum cukup jika para orang tua membiarkan anak-anaknya berkeliaran di jam-jam rawan. “Kami terus melakukan operasi di
jam-jam rawan, namun masih saja terjadi keriminalitas. Sekiranya juga para kepala sekolah, dinas terkait dapat melakukan upaya-upaya pendidikan karakter bagi anak-anak muda ini,” katanya.

Pembinaan Remaja dibawah umur yang dilakukan Polres Bitung lewat Pramuka Bhayangkara saat Konfrensi Pers Kemarin


Diapun mengatakan peran serta dari para Tokoh Agama untuk melakukan kegiatan positif bagi para remaja sangat diperlukan. “Kami pihak Polres sendiri setiap saat melakukan kegiatan pembinaan terhadap anak-anak dibawah umur seperti pramuka Bhayangkara yang kalian lihat ini,” katanya seraya menunjukan ratusan siswa anggota pramuka Bhayangkara yang sementara berlatih di halaman polres Bitung.
Tak hanya itu, dirinya meminta kepada pihak Lurah daerah rawan agar kiranya dapat mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Kamling) di kelurahan-kelurahan yang rawan.


Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Meiva Wauran saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sudah melakukan upaya sosialisasi ke sekolah-sekolah beberapa waktu lalu dan saat ini pihak nya bersama dengan
polisi pamong praja melukan operasi-operasi di tempat-tempat hiburan yang mengumpulkan anak sekolah. “Kami melakukan operasi di tempat hiburan seperti Biliard dan warnet-warnet dan jika ada siswa berseragam maka kami
akan menyurati usaha tersebut apabila kedepan masih mengumpulkan siswa di jam sekolah maka ada ancaman untuk mencabut ijinnya,” katanya.
Namun begitu, menurutnya jika kejadian seperti ini masih terus terjadi pihaknya berjanji untuk terus melakukan upaya sosialiasasi hingga aksi agar dapat meminimalisir kasus kriminal yang dilakukan anak dibawah umur.(ep)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: