Diduga Tempat Limbah Beracun AMR Tanpa Amdal

BitungMB—Hampir 10 Tahun beroperasi, Tempat Penampungan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik Agro makmur Raya (AMR) yang terletak di Madidir tepatnya di Belakang kantor kecamatan Madidir, akhirnya terkuak. Rupanya, penampungan limbah hasil bakaran berbentuk Flyash dan  Bottomash yang ditampung dilahan yang besarnya seperti Lapangan Sepak Bola ini, diduga tak mempunyai Analisa Mengenai Dampak Lingkungan atau Amdal.

Dari hasil penelusuran wartawan rupanya, hal ini telah menjadi temuan dari Kementerian Lingkungan Hidup akibat dari polusi yang terjadi di perusahaan Minyak kelapa yang mempunyai 3 lokasi usaha di Bitung ini lokasi pertama di dalam Pelabuhan Bitung, di Depan Kodim Bitung dan Lahan Terakhir inilah yang tidak mempunyai kajian Lingkungan karena telah lama dijadikan lahan penampungan Bahan Berbahaya Beracun.  Tak hanya dokumen Lingkungan dalam hal ini, AMDAL. Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidupnya pun belum diproses.

Sementara itu, pihak AMR lewat Humasnya Suwandi menjelaskan jika persoalan ini adalah ranahnya pimpinan di kantor pusat. “Kalau Soal Amdal ini ranahnya pimpinan di kantor pusat sebab mereka yang melakukan kajian. Soal itu kami di kantor cabang tidak mengetahuinya,” jelasnya seraya mengatakan kalau yang mengurusi persoalan amdal itu adalag bagian Legal. “Ada atau tidaknya Amdal di perusahaan itu, hanya diketahui oleh bagian legal dari kantor pusat. Kami disini tidak mengetahuinya,” ungkap Suwandi.

Diketahui sejak tahun 2015 pihak perusahaan mendapatkan komplain dari warga dan aktifis terkait limbah hasil bakaran batubara tersebut yang sering membuat polusi. Bahkan dijaman Kapolres AKBP Philemon Ginting tahun 2018 warga sekitar perusahaan sempat melakukan aksi dan menyodorkan 6 tuntutan kepada perusahaan, dimana tuntutan ke 3 adalah Pengelolahan limbah sesuai dengan Undang-undang.

Diah Dwiana Lestiani, Muhayatun dan Natalia Adventini dari Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri Batan dalam tulisannya menyebut Pembakaran batu bara di PLTU dan cerobong-cerobong asap pabrik industri menghasilkan sisa pembakaran berupa limbah padat abu dasar 25% (bottom ash) dan abu terbang 75% (fly ash) (1). Abu terbang merupakan partikel abu yang terbawa gas buang, sedangkan abu dasar adalah abu yang tertinggal dan dikeluarkan dari bawah tungku. Limbah abu ini mengandung unsur toksik dan berpotensi besar menjadi masalah lingkungan, bahkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) telah me-netapkannya ke dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berdasarkan PP No. 85 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. (jp)

One thought on “Diduga Tempat Limbah Beracun AMR Tanpa Amdal

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: