Ketua KPU Bitung Terpapar Corona?

BitungMB—Rupanya apa yang dicita-citakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bitung untuk membuat pilkada 9 Desember yang lalu jauh dari penyebaran penyakit Covid 19 harus dipertanyakan. Bagaimana tidak, dari kabar yang beredar Ketua KPU Bitung Desly Sumampouw dikabarkan terpapar panyakit yang sedang tren ini.

Rencana keberangkatan pimpinan KPU ini ke salah satu acara di Jakarta harus tertunda karena saat di Rapid Antigen, mantan wartawan ini reaktif, sehingga oleh petugas disuruh isolasi mandiri. “Ya beliau reaktif saat di Rapid Antigen dan Rapid Antigen ini mempunyai keakuratan khusus saat mendeteksi Covid 19,” ungkap Sumber yang enggan namanya dikorankan.

Sementara itu, Idly Rahmadani Komisioner KPU yang membidangi Hubungan Masyarakat saat dikonfirmasi terkesan tutup mulut dan menyerahkan persoalan ini kepada dinas Kesehatan. “Coba Hubungi dinas kesehatan saja,”  tulisnya lewat pesan elektronik.

Konfirmasi lanjutan dilakukan kepada pihak Dinas Kesehatan lewat kepala dinas Dr Jeaneste Watuna saat dikonfirmasi membenarkan jika Ketua KPU Bitung saat dirapid antigen, Reaktif. “Ya benar, beliau telah dirapid antigen dan hasilnya Reaktif, sehingga kami menyarankan agar beliau isolasi mandiri,” jelasnya lagi.

Menurutnya, Pihak dinas Kesehatan sendiri belum melakukan Swab kepada yang bersangkutan karena alat untuk Swab sementara  menunggu giliran. “Sampai sekarang beliau belum di swab, karena masih banyak yang memerlukannya, sehingga belum ada kepastian tapi melihat hasil rapid Antigen kebanyakan saat di swab Positif, semoga beliau baik-baik saja,” jelas Watuna saat dikonfirmasi pada 23 desember yang lalu. Saat ditanyakan jika ini menjadi pembuktian adanya klaster pilkada, Watunapun menjelaskan jika kemungkinan disitu ada. “Namun kita harus melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya, barulah ditetapkan sebagai klaster,” jelasnya. Sayangnya, Ketua KPU Desly Sumampouw saat dikonfirmasi pada Sabtu 26 Desember, ponselnya dalam keadaan mati.(red)

Foto milik Shabua Fotografi

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: