40 Miliard Dana Bagi Hasil Tak Masuk Kas, Pemkot Berhutang

BitungMB—Amburadulnya sejumlah anggaran dari Pemkot Bitung di akhir tahun ini membuat sejumlah pihak ketiga dari pemkot Bitung tak terbayarkan. Dari beberapa keterangan yang dirangkum media dalam jaringan ini, sejumlah item yang belum terbayar itu seperti Gaji para buruh sampah mulai dari tukang sapu sampai buruh kendaraan sampah. Pun demikian dengan sejumlah tagihan Langganan Koran, Atat Tulis Menulis kantor hingga Tagihan Listrik pun belum terbayar. Buktinya Kantor Inspektorat dan badan perijinan Satu Atap pun sempat listriknya diputus karena tak membayar rekening listrik hingga 2 bulan lamanya. Hal ini juga diduga menjadi penyebab tak dibayarkannya TPP bagi ASN dan Gaji Tenaga harian Lepas.

Usut para usut rupanya, yang menjadi penyebab tak terbayarnya hal tersebut diatas adalah Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi  tak di transfer ke kas Daerah.

Dari penelusuran wartawan ada sekitar 40 miliard yang biasanya di transfer pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, hingga akhir tahun ini belum juga masuk ke kas pemkot.

Rincian dari 40 Miiliard ini adalah 22 Miliard dana bagi hasil dari pemerintah pusat seperti royalty perusahaan tambang dan penghasilan lainnya bidang kehutanan pun demikian dengan sekitaran 18 Miliard dana bagi hasil pemerintah Provisi Sulut.

Dan ini bukan hanya terjadi di kota Bitung, tapi beberapa kabupaten dan kota juga mengalami hal yang sama. “Kemungkinan Minut dan Tomohon pun sama, dana bagi hasil pemerintah pusat dan provinsi belum ditransfer,” ungkap Sumber yang namanya enggan di mediakan.

Sayangnya Kepala Badan keuangan dan Aset Daerah Kota Bitung Albert Sarese enggan menjawab pertanyaan wartawan via pesan elektronik maupun mengangkat telepon wartawan saat ingin mengkonfirmasi pertanyaan ini.(rek)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: