Kapolres : Tak Ada Pesta Kembang Api dan Konvoi di Minsel

AmurangMB—Ketegasan kembali ditunjukan oleh Kapolres Minsel AKBP S Norman Sitindaon SIK soal perayaan pisah tahun di kabupaten Minahasa Selatan, saat wartawan media dalam jaringan ini bertandang dikantornya pada (31/12). Menurutnya pihaknya telak melakukan upaya sosialisasi kepada warga masyarakat agar tidak melakukan pesta kembang api apalagi berbagai bentuk kerumunan seperti konvoi atau pesta akhir tahun. “Sudah sejak beberapa hari lalu kami melakukan sosialisasi kepada tokoh-tokoh masyarakat Minsel, sehingga tak ada alasan untuk melakukan kerumunan disaat pandemic seperti ini,” jelas Sitindaon.

Dia sendiri sangat serius dengan Maklumat dari Kapolri dan Kapolda ini mengingat, Minsel sudah masuk pada Zona Orange. “Kita tidak boleh lengah dengan persoalan ini, Dan hal ini bisa diminimalisir jika semua masyarakat solid atau kompak mendukung protokol pencegahan Covid 19,” ungkap

Pihaknya sendiri sudah melakukan operasi terhadap sejumlah lapak yang berjualan mercon ataupun petasan dengan daya ledak tinggi. “Operasipun telah kami lakukan agar tak ada yang melakukan pesta kembang api di malam akhir tahun ini,” katanya.

Kapolres Minsel inipun meminta di malam akhir tahun ini, silahkan masyarakat  bisa melakukan syukuran di rumah sendiri bersama keluarga terdekat saja. “Silahkan merayakan pergantian tahun di dalam rumah bersama anak dan istri ataupun orang tua. Berdoa  berterima kasih atas penyertaan Tuhan di Tahun 2020 dan memohon berkat untuk tahun 2021,” jelas lulusan Akademi kepolisian ini.

Diapun telah mengistruksikan kepada para Anggotanya dilapangan untuk menindak tegas jika ada warga yang melakukan kerumunan masa, pasang petasan apalagi pesta akhir tahun. “Mohon maaf jika anggota saya melakukan tindakan tegas dilapangan, ini semua dilakukan karena bagi kami keselamatan masyarakat paling tinggi hukumnya,” ungkap Sitindaon mengingatkan jika pandemic Covid ini hasrus diseriusi oleh semua masyarakat jangan sampai satu orang lengah membuat banyak orang terjangkit penyakit berbahaya ini.

“Sekali lagi saya tegaskan tidak boleh ada pesta kembang api, atau bentuk pesta lainnya yang menimbulkan kerumuman banyak orang. Jika kedapatan maka saya akan langsung melakukan tindakan tegas,” tutupnya.(fs)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: