Paniki Masih Laku Terjual di Pasar Extrim Tomohon

Laporan : Josua Ramopolii – Tomohon

Hari sudah siang, namun aktifitas jual beli di pasar extrem Tomohon tak seperti biasanya, kali ini ratusan orang wara wiri dipasar ini layaknya layaknya pasar senggol karena pasti satu dan pembeli lainnya akan saling bersengolan. Tanpa rasa takut apalagi geli, para pembeli dipasar ini terus melakukan tawar menawar meski sedang berada di depan ular sawah atau Patola yang panjangnya hamir 3 meter.

Di belakang lapak jualan, terdengar teriakan anjing akibat dipukul di bagian kepala dengan balok oleh para pedangang dan langsung membakarnya guna mengantikan jualan daging RW -sebutan orang lokal untuk makanan yang disajikan dengan daging anjing- yang akan habis di meja lapak.

Teriakan penjual mengoda pembeli sedikit menganggu pendengaran, sampai-sampai aksi tawar menawar di lokasi tersebut harus dilakukan dengan sedikit teriakan agar maksud tersampaikan.

Untunglah, tak terlihat daging satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang seperti Yaki (Macaca Nigra) Kus-kus (Aulirops ursinus) ataupun Babirusa (babirusa babyrousa)
Hal ini diyakinkan juga oleh Wilhelm A Gontha salah seorang pengurus Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tomohon. “Saat ini saya sudah tidak pernah melihat daging-daging tersebut dijual disini, mungkin para penjual sudah tau jika itu adalag satwa-satwa yang dilindungi,” katanya

Sementara dari pantauan wartawan, meski dalam pemberitaan di media-media Kalong atau Paniki yang menjadi sumber pembawa penyakit Covid 19 di Wuhan Cina awal-awal virus ini ditemukan, tapi hal ini tidak ditakutkan oleh para pedagang.  Buktinya, lapak dari Meidy yang menjual Kalong atau Paniki kelihatan Laris manis. “Kalau pengaruh ada, namun tetap ada saja yang membeli daging paniki ini,” ungkap Meidy seraya memanggal daging paniki saat melayani pembeli.

Daging ikan tikus hutan sendiri dijual sedikit mahal Rp 50.000 per ekor, dibandingkan dengan daging yang lain yang dijual per kilo gram. “Sekarang makin sulit mencari tikus dan semua tikus yang di jual disini ekornya putih sebagai tanda tikus hutan,” jelas Onal Masie.

Tikus Masih menjadi Primadona di Pasar ekstrim Tomohon

Mengunjungi lapak Babi hutan dipasar ektrem ini dibandrol dengan harga 40.000/kg, Babi biasa 50.000/kg, Ular 60.000/kg, dan anjing seharga 40.000/ kilogram

“Hampir seluruh dagangan dipasar ini rata – rata berkisar 50.000 sampai 60.000/kg, sehingga kami sudah bisa memprediksi bawa berapa duit dari rumah untuk membeli daging ekstreem disini,” kata Mama Norce saat diwawancarai Wartawan

Meski digantung layaknya di pohon, tetap Daging ini terus di buru Pembeli

Soal banyaknya warga yang beraktifitas di pasar ekstrem dan Pasar Beriman Tomohon menurut Wilhelm A Gontha bahwa pihaknya sudah mendegar jika ada edaran dari pihak pemerintah Provinsi dan Pemerintah Tomohon.

“Memang dalam rangka Perayaan akhir tahun ini sudah ada himbawan bahkan edaran dari pemerintah provinsi maupun kota, untuk itulah kami terus-terus menyampaikan kepada para pengunjung untuk terus mengunakan masker dan mencuci tangan sebab di hampir setiap lapak kami menyiapkan tempat cuci tangan,” kata Gontha.

Tak hanya itu, pihak PD Pasar pun melibatkan pihak TNI dan Polri untuk mengamankan pasar agar mematuhi protokol Kesehatan.

Sehubungan adanya akhir tahun ini PD Pasar Tomohon melakukan penjagaan baik dari TNI maupun POLRI.

Pun sampai saat ini, menurut Gontha PD pasar Tomohon belum ada semacam surat edaran dari pemerintah kota. “Maka daripada itu kegiatan dipasar Tomohon berjalan seperti biasanya,” katanya lagi.(jr)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: