Malam Tahun Baru, Tomohon Hemat 50 Persen Sampah

BitungMB—Ada yang menarik pada pergantian Tahun di Tomohon.  Jika pada tahun-tahun sebelumnya, produksi sampah pesta Kembang api dan sampah pertokoan serta sampah restoran biasanya sebesar 4-5 ton per 1 malam saja disekitaran pusat kota, kini  Volume sampah yang di hasilkan pada malam Tahun Baru berkurang sangat siginifikan sampai 50 % dari total sampah hasil pesta malam Tahun Baru.

“Ini mungkin imbas dari penjagaan yang dilakukan pihak pemerintah dan polres Tomohon sesuai dengan Maklumat Kapolri akan tidak adanya Pesta kembang api dan kerumunan pada malam akhir tahun untuk meminimalisir penyebaran Covid 19,” jelas Vanny Karundeng salah satu petugas kebersihan yang dijumpai wartawan subuh tahun baru tersebut.

Ketua serikat Pekerja Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tomohon  ini juga menjelaskan kalau biasanya  total volume sampah rumah tangga, tempat usaha, restoran dan pasar di seluruh Kota Tomohon secara rutin berkisar 85 ton per setiap tgl 31 Desember dari pagi hingga malam.

“Biasanya Produksi sampah Kota Tomohon per tanggal 31 Desember itu 85 ton dan paling besar sepanjang tahun, namun syukurlah untuk tahun 2020 memasuki 2021 terjadi pengurangan sekitar 90 persen dari angka tersebut diatas,” Kata Karundeng seraya mengatakan jika ada sisi positifnya himbauan Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 itu.

Diapun mengatakan jika memang produksi sampah tomohon sangat besar.

“Produksi volume sampah sebesar 85 ton adalah sangat besar, harus ada solusi untuk memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana mengelola sampah yaitu pengelolaan sampah secara terpadu dengan melaksanakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, 3R adalah upaya yang meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle),” tutupnya.

Di Kejauhan sejumlah petugas berjaga di Kota Tomohon

Dari pantauan media dalam jaringan mariberita.co.id pada malam penghujung tahun itu, jalan Utama Kota Tomohon sangat lengang karena banyak masyarakat yang memutuskan untuk tinggal di rumah saja. “Kami mengikuti himbauan Pemerintah saja, tinggal di rumah dan merayakan malam pergantian tahun dengan orang tua dan adik-adik saya,” kata Friska Wajong.

Mantan Siswa SMK Negeri Tomohon ini biasanya tak pernah absen berkumpul dengan teman-teman remaja di pusat Kota merayakan pesta kembang api pada beberapa tahun sebelumnya. “Lebih indah berkumpul bersama dan beribadah ucapan syukur dengan keluarga ternyata,” ujar perempuan kelahiran 22 November 2000 ini.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Mariam Ester Sualang yang juga memutuskan tinggal di rumah saja pada malam pergantian Tahun. “Tahun ini di rumah saja, berkumpul bersama keluarga. Walaupun rumah saya hanya dekat sekali ke pusat kota”, kata ibu guru berambut pendek yang bertugas di SD GMIM Kakaskasen ini.(bs)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: