HT Diperiksa Kejaksaan, Ini Item Dugaan Korupsi di DPMPTSP

BitungMB—Terkait dugaan Korupsi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bitung yang menyeret beberapa nama pimpinan ditempat tersebut yang sempat diperiksa akhir Desember  lalu, hari ini giliran  kepala dinas badan tersebut HT alias Han yang diperiksa oleh pihak kejaksaan Negeri Bitung.

Dugaan ini menyangkut beberapa item proyek yang dianggarkan ditempat itu seperti Pengadaan kendaraan box mobil Ceria, Pembelian Alat Tulis Menulis, Kantor, biaya pembuatan pakaian, Pengadaan buku, Kulkas, Laptop, Camera dan Alat Finger.

Sementara itu dari sejumlah sumber yang di himpun wartawan terungkap jika sebagian pengadaan tersebut dilakukan sendiri oleh  HT alias Han dengan mengunakan perusahaan atas nama GG Sukses Mandiri yang dipimpin oleh LL alias Lenda

Sementara untuk alat Tulis Menulis di adakan oleh ibu SL alias Onya dan pengadan pakaian dilakukan oleh PP alias Pingkan salah satu pejabat di DPMPTSP waktu itu.

“Semuanya sudah dimintai keterangan LL, SL, PP memang tinggal HT yang baru diperiksa hari ini,” jelas sumber yang engan namanya dimediakan.

Sementara itu, pihak kejaksaan yang di konfirmasi wartawan mengatakan kalau ini masih dalam tahapan penyidikan dugaan korupsi.

“Sampai saat ini kita baru tahap penyelidikan soal dugaan tindak pidana korupsi di Dinas PMPTSP. Makanya yang bersangkutan (HT, red) dipanggil hanya untuk dimintai klarifikasi terkait pemeriksaan dari sebelumnya,” kata Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Bitung, Andreas Atmaji SH, Kamis (13/01/2021).

Andreas didampingi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Bitung, Suhendro G Kusuma SH menjelaskan, Handry baru pertama kali diperiksa dan pemeriksaan dimulai dari pukul 10.30 Wita hingga pukul 14.30 Wita.

“Setelah ini masih akan ada pemeriksaan lanjutan terhadap beliau dan pasti akan kita hadirkan kembali,” katanya.

Ditanya soal dugaan kerugian negara, Andreas mengaku belum bisa menyampaikan karena masih harus berkonsultasi dengan sejumlah ahli termasuk BPKP.

“Menentukan sebuah kerugian negara tidaklah seperti hitungan matematika, harus dihitung dari semua sisi. Makanya kami masih akan berkonsultasi dengan para ahli untuk menghitung kerugian negara,” katanya.

Pun demikian, dia berharap dalam waktu dekat sudah ada hasil untuk dinaikkan ke status berikutnya yakni penyidikan sesuai arahan dari Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bitung untuk bekerja cepat dan tepat.

“Kalau ada perkembangan pasti kita akan infokan. Yang jelas kasus ini terus berproses,” katanya.

Sayangnya, Kepala dinas DPMPTSP Kota Bitung Handry Tirayoh yang dihubungi wartawan via ponselnya yang bernomor 08124307xxx tak mau mengangkat ponselnya.(red)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: