Tak Terdata Pemkot, Pelaku Budaya Bitung Didata Kementerian

BitungMB—Banyaknya pelaku budaya di kota Bitung rupanya menjadi target dari pihak kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI lewat Rifai Iskandar salah satu staf kementerian  datang ke kota Bitung hendak mendata dan mendaftarkan seluruh pelaku/pegiat budaya yang ada di Kota Bitung.

Rifai sendiri kepergok media saat  melakukan pendataan terhadap para pelaku budaya pada senin (11/1) di kediaman salah satu pelaku budaya Bitung di Girian Atas, Henro Rompas yang juga hadir bersama beberapa pimpinan dan anggota tumpukan kabasaran yang ada di Kota Bitung

“Kami sangat menyambut baik pendataan pelaku budaya seperti ini, sebab kami sendiri tidak pernah didata oleh pemkot Bitung, “ungkap Andre Muntiaha pentolan grup Kabasaran Makapetor Bitung.

Dari pertemuan dengan Rifai terungkap jika pendataan ini kategori yang harus didaftarkan adalah
Bahasa, manuskrip/tulisan tangan (sejarah kampung), adat istiadat, ritus/ritual keagamaan, tradisi lisan,  pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni (tarian, nyanyian/musik dsb.), permainan rakyat, olahraga tradisional, cagar budaya, tenaga budaya, lembaga kebudayaan, sarana prasarana.

“Hal inilah yang harus didata agar secara nasional bisa tersosialisasikan lewat website,” jelas Rifai.

Diapun mengatakan jika pendaftarannya pelaku budaya ataupun organisasi budaya bisa dilakukan secara perorangan maupun secara kelompok (komunitas, organisasi, sanggar).

“Untuk mempermudah pendaftaran maka saya mengumpulkan teman-teman di sekretariat masing-masing dan mengundang seluruh personil yang ada dengan catatan sudah mempunyai Kartu tanda Penduduk, tetap dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Rifai lagi.

Dia sendiri mengatakan hal ini sangat dibutuhkan untuk, mempermudah gerakan kebudayaan, supaya terdaftar secara resmi di Kementerian terkait, begitu juga agar adat dan budaya kita tetap eksis, konsisten serta berkelanjutan. Dengan demikian pelaku Budaya bisa mengetahui kelemahan dan memanfaatkan kelebihan-kelebihan ini  dalam bernegara,” ungkapnya lagi.

Dalam pertemuan itu, dirinya sempat menunjukan surat tugas dari kementerian, “Untuk Info selengkapnya bisa menghubungi saya karena saya  ditugaskan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendata, mendaftarkan serta melakukan pendampingan”, ucap dosen STIE Pioner Manado ini.

Sayangnya kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan kota Bitung Drs Julius Ondang sampai berita ini diturunkan belum dapat di Hubungi wartawan.(ym)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: