Kunjungan Natal Capai 30 Ribu Orang, Objek Wisata Talaud Ditutup

TalaudMB—Meski urutan penderita Covid 19 di Kabupaten Talaud nomor 2 paling bawah dengan terkonfirmasi 67 penderita dibawah Kabupaten Bolaan Mongondow yang hanya 37 orang yang terkonfirmasi covid 19, namun  keseriusan daerah Porodisa ini terlihat dengan menutup semua akses pariwisatanya.

Malahan, Kabupaten yang terkenal dengan budaya Manee nya ini tidak henti-hentinya menghimbau/mengedukasi masyarakat agar supaya taat aturan dan tidak menganggap remeh penyebaran Covid 19 yang telah memakan korban jiwa 2 orang tersebut dengan pasien yang di rawat RSUD Mala  dan Rumah Sakit bergerak di Gemeh baru 5 orang.

Wakil Bupati Talaud, Moktar Arunde Parapaga yang ditemui wartawan pada (18/1) disela-sela tugasnya mengatakan jika pihaknya melakukan penutupan daerah Wisata agar mampu menekan penyebaran Corona. “Dengan Menutup Lokasi Wisata ini adalah salah satu cara pemerintah menekan angka penyebaran Covid 13 di Talaud,” jelasnya seraya menghimbau kepada warganya agar jangan panik. “Kami sangat mengharapkan jika warga masyarakat Talaud boleh menjadi corong agar penyakit ini tak menyebar,” katanya.

Pihak Pemkab sendiri menurut Mantan Anggota DPRD Bitung ini telah mengeluarkan surat edaran yang isinya agar semua tempat – tempat yang berpotensi mengumpulkan orang banyak ditutup

“Ya termasuk tempat wisata di pulau Sara Besar, Pantai BBC Beo dan Monumen Tuhgan Yesus Memberkati kami tutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” jelasnya.

Dalam edaran tersebut menghimbau Kepada Para Camat, Lurah, Kades dan Para Pentua serta Tetua Adat se-kabupaten Kepulauan Talaud agar kiranya dapat meneruskan pemberitahuan ini kepada Masyarakat  di wilayah kerja Masing-Masing.

Lanjut Parapaga, Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Talaud harus benar-benar ditangkal, apalagi pasca libur Natal danTahun Baru 2021.

“Terdapat kurang lebih sekitar 30 ribu warga yang datang ke Talaud saat Natal dan Tahun Baru yang mana tentu data terbanyak masuk dari pelabuhan,” katanya.

Khusus tanggal 23 Desember 2020 lalu, jumlah manifest penumpang kapal mencapai 2500 orang. Itu untuk satu hari dari tiga kapal. “Kami kewalahan untuk mendeteksi para pelaku perjalanan belum lagi jumlah penumpang pesawat sekitar 688  penumpang,” ungkap mantan pimpinan perusahaan asuransi ini. Di sisi lain pemerintah menurutnya akan melakukan evaluasi dalam 14 hari kedepan. “Bilamana terjadi penurunan kasus Covid 19, maka daerah tujuan wisata besar kemungkinan akan dibuka kembali,” tutupnya.(jj)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: