Trans Sulawesi Rawan Longsor, Wongkar Imbau Warga Waspada

AmurangMB—Hujan Lebat yang disertai angin yang kencang beberapa hari ini di Minahasa Selatan membuat sejumlah titik yang rawan longsor seperti yang berada di desa Tangkuney pada Sabtu dan Minggu (16,17/1) menutup akses lalu lintas ke wilayah tersebut.

Siap tanggap yang ditunjukan pihak apart kepolisian, TNI dan pemerintah desa Tangkuney saling melakukan koordinasi bersama dalam penanggulangan bencana longsor tersebut.

Informasi dihimpun koran ini, material longsor yang menutupi badan jalan tersebut harus dibersihkan dengan menggunakan alat berat. Aparat pemerintah desa dan kepolisian sudah meminta bantuan pada pemerintah daerah supaya mengirimkan alat berat.

Sementara itu di tempat terpisah di sejumlah titik arus lalu lintas sempat terhambat akibat banyaknya pohon tumbang di badan jalan.

Seperti di jalur trans Sulawesi titik Kelurahan Amurang Barat. Pada Minggu (17/1) sekitar jam 12.45 WITA di depan TPA Mobongo pohon tumbang dan menutupi badan jalan. Akses jalur lalu lintas berhasil dikendalikan petugas lantaran pembersihan pohon tumbang langsung dilakukan petugas Polsek Tumpaan.

Di jalur trans Sulawesi di Desa Sapa juga terjadi dua titik pohon tumbang. Warga yang melihat hal itu langsung menghubungi aparat. Dengan siaga aparat Polsek Tenga langsung turun lokasi dengan dibantu masyarakat membawa alat untuk memotong pohon-pohon yang berserakan di badan jalan dipimpin langsung Kapolsek Tenga IPTU Novie Maleke. Akhirnya situasi berhasil dikendalikan dan arus lalu lintas lancar kembali.

“Semuanya sudah aman terkendali,” ucap Kapolsek Maleke.

Sementara itu di tempat terpisah Wakil Bupati Minsel Franky D Wongkar langsung sigap.

Melihat situasi alam yang kurang bersahabat, Bupati terpilih Franky D Wongkar mengeluarkan imbauan kepada masyarakat.

Dalam imbauan resmi tersebut, Wongkar meminta supaya masyarakat waspada dengan situasi saat ini. “Melihat selang beberapa hari ini intensitas curah hujan tak henti dan cukup tinggi, maka saya menghimbau supaya masyarakat waspada dan siaga,” ujar Wongkar, kemarin.

Tak hanya itu saja, Wongkar juga meminta supaya masyarakat yang tinggal di lokasi rawan longsor segera menghindar. “Saya minta dengan sangat masyarakat yang tinggal di titik rawan seperti dekat tebing atau gunung yang bisa mengancam nyawa, segera keluar dari lokasi cari tempat yang aman,” ujar Wongkar memberikan imbauan tegas buat warga.

Pun warga yang bermukim di bantaran  sungai jika melihat kondisi air yang sudah mengancam Wongkar juga mengajak dan meminta warga segera keluar dari titik membahayakan tersebut. “Lebih baik menghindar dari pada terjadi kecelakaan. Sekali lagi saya imbau supaya masyarakat waspada dan siaga,” tegas Wongkar wakil bupati Minsel ini.

Wongkar pun tak segan-segan mengingatkan warganya supaya tenang dan tidak terpengaruh dengan berita-berita yang membuat resah.

“Kami juga menghimbau supaya masyarakat harus tenang, namun tetap waspada dan siaga,” tuturnya sekali lagi mengingatkan.

Tak lupa juga pria yang baru terpilih sebagai bupati di Minsel ini meminta supaya, masyarakat yang melakukan perjalanan baik berkendaraan roda dua maupun roda empat bahkan berkendaraan lainnya supaya berhati-hati di jalan raya.

Makanya mengantisipasi situasi ini, dengan tegas Wongkar menginstruksikan semua pejabat daerah dan juga baik di lingkungan desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten harus siaga. “Koordinasi dan juga saling mengingatkan semua aparatur pemerintah di semua wilayah harus dilakukan,” tandasnya(fs)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: