Data eTLE Tak Boleh Sembarang Dipublikasi

ManadoMB—Agar tak menimbulkan multi interpretasi, maka data Electronic Traffic Law Enforcement (eTLE) dari Cerdas Command Center punya Pemkot Manado, tak boleh sembarang dipublikasikan.

“Semuanya harus dikonfirmasikan ke Polda Sulut, dalam hal ini dengan Pak Kompol Royke Tambayong (Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulut, red). Data yang ada pada kami hanyalah berupa laporan server atau data primer yang masih harus diolah lagi oleh instansi teknis, dalam hal ini Ditlantas Polda Sulut,” ungkap Franky Mocodompis Ssos, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Manado, Rabu (24/03/21) tadi sore.

Hal ini disampaikan untuk menjaga agar data-data pelanggaran lalu lintas ini tidak disalahgunakan. “Jadi data-data mentah ini masih akan diproses Ditlantas untuk menentukan mana yang benar-benar pelanggaran sesuai ketentuan dan UU Lalu Lintas,” beber mantan aktivis pemuda ini menjawab wartawan usai ditanya soal tindak lanjut pelaksanaan eTLE yang baru di-launching secara nasinal tahap I-nya, oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Selasa (23/03/21) kemarin.

Kepala Dinas Kominfo Manado Erwin  Kontu SH yang dihubungi terpisah menambahkan, bahwa posisi instansi yang dipimpinnya hanya mem-back up secara infrastruktur dalam operasional e-TLE ini. “Semuanya memang bisa dipantau di dashboard server di Cerdas Command Center Pemkota Manado dan dashboard utama di RTMC Polda Sulut. Tapi untuk kewenangan publish-nya, ada dibawah kendali Ditlantas Polda Sulut. Kami sifatnya hanya mendukung,” imbuh mantan Kabag Humas Pemkot Manado ini.

Lebih detil Mocodompis membeberkan bahwa ada 17 kamera CCTV berbasis ANPR (Automatic Number Plate Recognation) dari 117 kamera CCTV milik Pemerintah Kota Manado (dari server, kamera, dan aplikasi eTLE, serta sumber daya bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pemerintahan di Cerdas Command Center, dimanfaatkan sebaik mungkin agar maksimaldalam implementasi eTLE berkolaborasi dengan Polda Sulut dapat berlangsung dengan baik.

“Secara khusus 11 titik kamera eTLE dengan 1 kamera check point dan 10 kamera ANPR lainnya dioperasikan di Cerdas Command Center dan disajikan dashboardnya di RTMC Polda Sulut,” jelasnya.

Mocodompis mengurai proses awal dukungan jajarannya dengan membentuk tim dengan Produktivitas, Dedikasi, dan Profesionalisme yang Besar, kolaborasi dari birokrat pemrakarsa sekaligus pengambil kebijakan penting di bidang TIK Pemerintahan dan Tenaga Teknis Berpengalaman dan Bersertifikasi serta Kompeten dalam pengembangan infrastruktur jaringan TIK Pemerintahan.

“Kami mengembangkan secara khusus dukungan infrastruktur jaringan telekomunikasi terbuka dan tertutup, Divisi Jaringan Cerdas Command Center yang secara khusus 54 hari mengembangkan instalasi jaringan, server, keamanan, aplikasi, dashboard, dan konsistensi suply bandwith, berhasil mengantar Walikota Manado GS Vicky Lumentut menerima Penghargaan dari Kapolda Sulut, Irjen Pol Nana Sudjana saat Launching daerah eTLE di Mapolda Sulut kemarin,” ulasnya.

Tim inilah—lanjut Mocodompis— yang bersama-sama dengan Korlantas Polri, Polda Sulut, Polresta Manado, secara khusus Pak Direktur Lantas Kombes Pol Iwan Sonjaya dan Kasubdit Gakkum Ditlantas, KomPol Roy Tambayong dan Pengembang eTLE memasang kamera, memindahkan kamera, memastikan ketersediaan bandwith, listrik, dan berbagai daya dukung lainnya hingga 11 kamera yang beroperasi dengan baik pada saat launching hingga dapat disaksikan dashboard server di Cerdas Command Ceneter dan dashboard utama di RTMC Polda Sulut.

“Tim kecil ini produk lokal yang berasal dari berbagai penjuru daerah di Minahasa-Sulawesi Utara kini tidak hanya menjadi Tenaga Harian Lepas, tetapi merekalah jantung Cerdas Command Center dan Dinas Kominfo serta Pemkot Manado secara keseluruhan dan menjadi jantung eTLE di Polda Sulut dan Polres Manado (nantinya).

Menurut Mocodompis, di pundak, tangan, dan kreativitas mereka sebagai Tim Back Office-lah operasional eTLE di Mapolda Sulut khususnya di Ditlantas dan RTMC terbukti dapat berjalan baik dan akan sangat menentukan operasional eTLE di Sulawesi Utara.

“Salut dan terima kasih secara khusus kepada Kepala Dinas Kominfo, Erwin Kontu, dan Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Heintje Lombone, yang sudah memberikan arahan, petunjuk, dan bimbingan hingga dalam kurun waktu singkat, 54 hari, pemanfaatan teknologi surveilence di Cerdas Command Center kini dapat bermanfaat untuk publik,  Polda, Bappenda Pemprov Sulut melalui eTLE,” urainya.

“Dan Tim kecil ini kini sudah harus bersiap membantu dan berkoordinasi dengan seluruh Polres di jajaran Polda Sulut dan Pemerintah Daerah lainnya untuk mengembangkan jaringan infrastruktur,” pungkasnya.(henzoe)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: