Mikro Manado Tak Bisa Operasi Tanpa Sabuk Pengaman

Caption foto ///
SOPIR pengamanan.(foto: travellingyuk.com)

ManadoMB—Pemberlakuan Electronic Traffic Law Enforcement (eTLE) atau tilang elektronik ternyata tak pandang bulu. Semua warga negara tanpa kecuali harus menaati Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No.22/2009. Termasuk para sopir angkutan kota (angkot) atau mikrolet alias mikro.
Karena itu kewajiban menggunakan sabuk pengaman (seat belt, red) bagi pengendara kendaraan beroda empat sesuai pasal 106 ayat 6, juga berlaku bagi setiap pengemudi mikro. “Wajib itu, tanpa terkecuali,” tegas Kompol Royke Tambayong, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulut, saat dihubungi Kamis (25/03/21) tadi pagi.
Kondisi ini menjadi perhatian karena banyak sopir mikro yang belum mengetahuinya. “Ha…? torang le musti pake seat belt?” sergah Om Eddy, sopir mikro trayek Paal 2-Karombasan, dalam perbincangan dengan media ini, Rabu (24/03/21) kemarin sore.
Keterkejutan Om Eddy seakan mewakili rekan-rekan seprofesinya. Karena memang pada faktanya, rata-rata mikro yang mereka kendarai terlihat tidak terlihat ada seat beltnya. “Ini harus menjadi perhatian para eighnaar (pemilik mikro, red) untuk memfasilitasinya. Jangan sampai nanti setelah kena tilang baru ribut. Ini aturan undang-undang, wajib ditaati,” cetus Ronald Sompie, aktivis pemuda kebangsaan.
Karena menurutnya, jika hal ini tidak disiapkan para eighnaar, maka bisa berdampak setiap saat mikro-nya bisa kena tilang,” imbuh Wakil Ketua DPD Kirab Remaja Nasional Sulut ini.(henzoe)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: