Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Penyimpangan di Dispora Manado

ManadoMB–Buntut kisruh seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Manado, sejumlah aktivis pemuda meminta pihak kejaksaan, dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, agar mengusut sejumlah dugaan penyimpangan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Manado.

“Anggota Paskibraka adalah generasi muda yang merupakan aset masa depan bangsa. Kalau sejak awal sudah dipertontonkan cara-cara yang keliru, itu seperti kita membunuh masa depan mereka,” tukas Syarief ‘Aif’ Darea, pentolan tokoh pemuda Muslim Manado ini.

Aif menambahkan kejadian ini diketahuinya telah berulang kali terjadi. “Hasil pengamatan dan diskusi saya dengan teman-teman Purna (mantan, red) Paskibraka, kejadian ini nyaris terjadi tiap tahun. Untuk itu, kami meminta pihak Kejari Manado untuk mengusut dugaan penyimpangan yang melibatkan oknum-oknum di Dispora Manado,” cetus mantan Wasekjen Pengurus Besar (PB) Pelajar Islam Indonesia (PII) ini.

Warga Maasing Tuminting ini kemudian menyorot pengelolaan anggaran keuangan Dispora Manado dalam DIPA dan pagu Anggaran Paskibraka tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 yang diduga bermasalah.

Menurut Aif, dugaan penyimpangan ini harus dituntaskan lantaran ditengara berdampak pada munculnya kekisruhan berupa protes dari calon paskibraka, orang tua calon, dan masyarakat umum pada proses perekrutan anggota Paskibraka, dari tahapan seleksi hingga pelaksanaan  Upacara HUT Proklamasi RI.

“Dari data yang kami peroleh, dugaan penyimpangan ini terkait sejumlah pembiayaan. Seperti biaya makan minum, biaya penginapan (hotel),  biaya pembuatan seragam PDUP, dan biaya jalan-jalan /wisata kebangsaan,” ungkap mantan Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulut ini.

Desakan Aif turut didukung Joe Ronald S, aktivis pemuda kebangsaan Sulut.  PPI Sulut Tahun 1992 ini mengatakan bahwa hal ini mendesak dilakukan agar di tahun-tahun mendatang tak terulang kembali. “Kami berharap jika diperiksa kejaksaan, maka hal itu akan menjadi evaluasi bagi Dispora Manado,” ujar Wakil Ketua DPD Kirab Remaja Nasional Sulut ini.

Menanggapi desakan ini, mantan Kadispora Manado tahun 2017-2019 Laurens Umboh mengatakan silakan saja jika ada aspirasi seperti itu. “Yang jelas semasa saya memimpin Dispora Manado semua dilakukan dalam manajemen yang transparan dan sesuai aturan. Seperti contoh saat proses seleksi semuanya saya serahkan kepada Pansel (panitia seleksi, red),” tegas Umboh yang menjabat Kadispora Manado sejak Oktober 2017 hingga Agustus 2019 ini.(203)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: