Soal insiden “Putri yang Tertukar”, Dondokambey usul agar konsisten

ManadoMB–Dinas Pendidikan Nasional Sulut (Dikda) ikut menanggapi seleksi Paskibraka Kota Manado terkait insiden “Putri yang Tertukar”. Setelah orang tua korban didampingi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Manado mengadu ke Dikda Sulut, pekan lalu (Jumat, 26/03/21), pihak Dikda pun menindaklanjuti dengan menghubungi Kepsek SMKN 3 Manado.
“Saya sudah menghubungi kepseknya, dan jawaban kepsek mereka hanya mengacu ke keputusan Dispora (panitia seleksi,red),” kata
Sekretaris Dikda Sulut, Vileo Dondokambey SE, yang menelpon Minggu (28/03/21) kemarin malam.
Mestinya, Dondokombey menambahkan, pihak-pihak yang terkait proses menentukan dalam proses seleksi ini konsisten. “Harusnya konsisten dengan keputusan yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Jangan keputusannya berubah-ubah,” cetus birokrat yang juga PPI tahun 1984 ini.
Sayangnya, Plt Kepsek SMKN 3 Manado–Dra Asyura Hulinggi–tak berada di tempat saat mencoba dikonfirmasi Selasa (30/03/21) pagi barusan. “Ibu tidak ada, lagi ke dinas,” jawab penerima tamu di SMKN 3 Manado.
Insiden “Putri yang tertukar” terjadi ketika nama Natalia Thomas dari SMKN 3 Manado yang sudah lolos seleksi tahap I, tiba-tiba lenyap dalam daftar peserta seleksi tahap II. “Yang ada nama siswa SMKN 3 Manado lainnya, yang justru namanya sudah gugur pada seleksi tahap I,” jelas Ny Santia Thomas, ibu dari Natalia Thomas.(henzoe)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: